BPBD Banjarnegara Bersiap Ungsikan Warga Sekitar Kawah Sileri Dieng

Andri mengemukakan, di dua kampung yang masuk zona berbahaya 1.000 meter, terdapat sekitar 400 keluarga. Hingga kini, BPBD masih memeriksa kesiapan warga untuk mengungsi.

Senin, 18 Sep 2017 18:54 WIB

Petugas menunjukkan grafik peningkatan aktivitas kegempaan kawah Sileri Gunung Api Dieng, di Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (15/9/2017). (Foto: ANTARA/Anis Efizudin)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banjarnegara - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah telah menyiapkan mendirikan Pos Siaga Kawah Sileri di Desa Karang Tengah Kecamatan Batur. 

Posko ini dijadikan pusat pemantauan sekaligus penanganan tanggap darurat atas meningkatnya status Kawah Sileri di Dataran Tinggi Dieng dari normal (Level I) ke Waspada (Level II).

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo mengatakan, BPBD mempersiapkan tiga desa yang akan digunakan sebagai lokasi pengungsian jika situasi semakin memburuk. Tiga desa itu adalah Desa Karangtengah, Desa Mbakal dan Desa Dieng Kulon di Kecamatan Batur.

Andri mengatakan jika situasi memburuk, warga yang berada di zona berbahaya akan diungsikan ke fasilitas umum di tiga desa itu, seperti balai desa dan gedung sekolah. 

Selain itu, BPBD juga mulai melibatkan warga di tiga desa di luar zona berbahaya untuk menyediakan ruangan lokasi pengungsian.

Andri mengemukakan, di dua kampung yang masuk zona berbahaya 1.000 meter, terdapat sekitar 400 keluarga. Hingga kini, BPBD masih memeriksa kesiapan warga untuk mengungsi.

Pengungsian akan dilakukan jika status kawah sileri meningkat menjadi Siaga (Level III). Sementara, saat berstatus Awas (Level IV) seluruh permukiman yang berada di zona berbahaya sudah harus steril.

"Posko gabungan ini melibatkan TNI, relawan, Tagana dan PMI. Tujuannya untuk mempersiapkan hal-hal yang kemungkinan terjadi. Tempat pengungsian kita rencananya di Balai Desa Karangtengah, Balai Desa Dieng Kulon, kemudian Balai Desa Mbakal," kata Andri Sulistyo, Minggu (17/9/2017).

Andri menjelaskan, hingga saat ini belum terjadi perubahan status dari waspada. Masyarakat juga tetap beraktifitas normal. Hal ini, kata Andri, lantaran masyarakat sekitar kawah sudah berpengalaman menghadapi situasi ketika aktifitas kawah meningkat.

Mulai Sabtu (16/9/2017), BPBD Banjarnegara dan Pemerintah Desa Kepakisan juga telah menutup akses jalan ke Kawah Sileri. Namun, penutupan bersifat terbatas. Sebab, jalan itu merupakan satu-satunya akses ke Dusun Bitingan Desa Kepakisan. Khusus warga Bitingan tetap diperbolehkan melintas.

BPBD juga melarang warga beraktifitas di radius 1.000 meter. Hal itu, termasuk para petani yang memiliki ladang di sekitar Kawah Sileri. BPBD juga meminta agar PT Geodipa menghentikan aktifitas di sumur 7 yang lokasinya berada di zona berbahaya.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Anas Urbaningrum Jadi Saksi Sidang e-KTP

  • Wasekjen Golkar: Ketua Umum Selanjutnya Sebaiknya Tidak Rangkap Jabatan
  • Ratusan Penumpang KA Jalur Selatan Diangkut Bus akibat Longsor Garut
  • Warga AS Eks Tahanan Korut Ditemukan Tewas Terbakar