Bayi Gajah Ditemukan Lahir di Kebun Warga Pidie

"Dua minggu yang lalu, Ranger Kita sudah pernah mencoba mengusir induk gajah ini, biar tidak memasuki kebun warga. "

Selasa, 12 Sep 2017 22:14 WIB

Ilustrasi (foto: KBR/Radio Green Pekanbaru)

KBR, Pidie– Gajah liar melahirkan di kebun warga di pedalaman Cot Seutui, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Tim dokter dan ahli hewan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh sudah diturunkan ke lokasi.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, keberadaan tim yang dikirimkan bertujuan untuk menangani bayi  satwa yang dilindungi itu. Kata Dia, hingga saat ini belum diketahui jenis kelamin gajah yang lahir tersebut dikarenakan harus menunggu hasil pengecekan ahli hewan di lapangan.

”Kami baru dapat informasi sekilas juga dari relawan ranger, Kautsar, bahwa ada satu anak bayi gajah lahir di Cot Seutui, Keumala. Untuk mengetahui jenis jantan atau betina sampai sekarang belum diketahui, mungkin karena belum bisa didekati oleh temen-temen yang ada di sana. Dan, ini informasinya sudah pasti,” kata Sapto menjawab KBR, Selasa (12/9).

Dia mengimbau warga yang berada di area perkebunan  untuk tidak mengusik bayi dan induk gajah. Tujuannya untuk  memberi rasa aman bagi induk gajah yang rentan mengamuk ketika merasa tertekan atau mengalami stress berlebihan.

”Dua minggu yang lalu, Ranger Kita sudah pernah mencoba mengusir induk gajah ini, biar tidak memasuki kebun warga. Eh, ternyata tidak bergerak sama sekali dikarenakan dalam proses melahirkan  alias  hamil tua,” jelasnya.

Menurut Sapto, induk gajah ini memisahkan diri dari kelompoknya untuk melahirkan bayi di kebun warga Cot Seutui. Daerah ini berjarak sekitar 50 Kilometer dari Kabupaten Sigli, dengan menempuh perjalanan darat sekitar 1 jam.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

KPK Bantah ada Intervensi dari Karyawan

  • Praperadilan Setnov, Saksi Nilai KPK Terburu-buru
  • Jokowi: Ideologi Terorisme dan Radikalisme Berupaya Ganti Pancasila
  • Awas Gunung Agung, Presiden Perintahkan Warga Patuh