Aplikasi SIPKEBUN untuk Petani Sawit Swadaya

SIPKEBUN merupakan sistem Informasi Pemantauan Kinerja Berkelanjutan online, yang dapat diakses oleh pemerintah, perusahaan dan masyarakat luas

Jumat, 15 Sep 2017 14:07 WIB

Kali pertama pemerintah bakal bisa memantau petani sawit secara elektronik, melalui aplikasi SIPKEBUN. Saat ini sudah ada lima ribu petani sawit swadaya di Kalimantan Tengah yang menggunakan aplikasi SIPKEBUN di Android yang kembangkan oleh Institut Penelitian Inovasi Bumi INOBU. Perangkat berbasis mobile Sipkebun memungkinkan penyurvei mengumpulkan data primer termasuk di dalamya peta kebun petani swadaya.

SIPKEBUN merupakan sistem Informasi Pemantauan Kinerja Berkelanjutan online, yang dapat diakses oleh pemerintah, perusahaan dan masyarakat luas. Aplikasi SIPKEBUN memiliki geo-referensi dengan tingkat akurasi tinggi. Data yang diperoleh terunggah ke dashboard utama secara langsung atau real time dan terhubung ke SIPKEBUN. Dengan aplikasi yang membeberkan peta perkebunan ini, bila terjadi penggundulan hutan dan pembakaran lahan akan diketahui siapa yang harus bertanggung jawab. Penyurvei akan mewawancarai petani sawit kecil untuk mengumpulkan data tentang rumah tangga mereka, bagaimana mereka berkebun, di mana mereka berkebun, dan beberapa lama mereka telah berkebun. Aplikasi wawancara sosial ekonomi ini akan  menghasilkan kode unik untuk setiap lahan yang dimiliki suatu keluarga.

“Tujuan akhir dari penggunaan aplikasi ini adalah untuk membuat data base nasional,” kata Bernardinus Steni, Sekretaris  Badan Pengurus INOBU. Selama ini menurut Steni basis data nasional sawit hanya berdasarkan volume produksi, tetapi tidak diketahui siapa menghasilkan berapa. Terlebih sawit dari petani swadaya. Bermodal pemetaan pendampingan dan pembinaan para petani akan lebih mudah dilakukan, hingga mereka mendapat sertifikasi sawit berdasarkan standar Rountable on Sustainable Palm Oil, RSPO.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.