Aksi 299, Polisi Siapkan Puluhan Ribu Petugas

Puluhan ribu personil yang menjaga aksi 299 tersebut berasal dar gabungan polisi, TNI dan Satpol PP

Kamis, 28 Sep 2017 14:44 WIB

Ilustrasi: Aksi 212 (foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Kepolisian Jakarta menyiapkan   rekayasa lalulintas, untuk mengantisipasi kemacetan saat aksi 299 esok hari. Diperkirakan puluhan ribu massa akan berdatangan dari dan luar Jakarta.

Juru Bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono mengatakan, aksi akan dilakukan di depan gedung MPR/DPR. Kata dia,  rekayasa lalu lintas melihat   situasi dan kondisi lapangan.

"Untuk lalu lintas karena lokasi di depan gedung DPR/MPR kita situasional saja ya. Nanti kalau memang harus dilakukan penutupan, kita tutup. Senadainya nanti buka tutup ya, kita buka tutup. Nanti melihat situasional di lapangan," katanya pada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (28/09/17).

Polisi  meminta, peserta aksi untuk tidak berbuat anarkis, serta menjalankan aksi sesuai dengan waktu yang ditentukan.

"Kemudian juga tidak merusak fasilitas umum, tidak membawa senjata yang dilarang, mengangu kegiatan," jelasnya.

Kepolisian menyiapkan sekitar  20 ribu anggota polisi, TNI, dan Satpol PP untuk menjaga Aksi besok. Argo mengatakan, kepolisian  telah menerima surat pemberitahuan aksi dari Presidium Alumni 212. Kata dia,  dalam surat pemberitahuan tersebut, massa yang mengikuti aksi diperkirakan mencapai 20 ribu orang.

Argo berkata, dalam surat tersebut pula diberitahukan, Aksi 299 ini digelar dengan tuntutan menolak Perppu Ormas disahkan menjadi undang-undang, karena berimplikasi pada pembubaran ormas. Selain itu, massa juga menuntut pembubaran neo-Partai Komunis Indonesia, pemidanaan kader PKI, serta menghentikan kriminalisasi ulama.

Sementara itu Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan   tak mengerahkan anggotanya untuk berpartisipasi dalam Aksi 299.  Dahnil mengatakan, masih mengupayakan pembatalan Perppu Ormas melalui jalur uji materi di Mahkamah Konstitusi.

"Pada prinsipnya kan kita tidak ikutan. Tidak  ada instruksi sama sekali terkait dengan aksi-aksi itu, tetapi kami tidak pernah melarang, karena hak konstitusional warga negara untuk mengekspresikan sikap mereka. Kan upaya hukum sudah dilakukan, uji materi terhadap Perppu itu, saya pikir itu jalan yang paling tepat. Kalau ada yang mengekspresikan dengan demonstrasi ya kami juga menghormati pada prinsipnya, tetapi tentu dengan cara-cara yang baik," kata Dahnil kepada KBR, Rabu (27/09/2017).

Dahnil mengatakan, sejak awal organisasinya tak berencana menggelar aksi menolak Perppu Ormas. Dia berkata, meski menolak, Pemuda Muhammadiyah lebih memilih berupaya melalui jalur hukum di Mahkamah Konstitusi. Pasalnya, dia optimistis Mahkamah Konstutusi akan membatalkan Perppu Ormas.

Dalam aksi ini,  Ketua Presidium 212  Slamet Maarif mengklaim akan dihadiri  50 ribu orang.   Slamet mengatakan aksi tersebut akan terfokus pada gedung DPR saja.

“Seluruh aksi terfokus di depan gedung MPR/DPR. Bagi kawan-kawan daerah atau kawan Jakarta yang membawa kendaraan sudah disiapkan parkir di Gelora Bung Karno. Dan kita sudah koordinasi dengan pihak kepolisian dibuka akses ke sana. Kemudian jalan kaki ke gedung DPR/MPR. Disarankan juga agar melakukan salat Jumat di sekitar gedung DPR baik di masjid TVRI, masjid gedung Manggala Wahana bakti dan di beberapa kantor,” ujar Slamet, dalam konferensi pers Rabu, (27/09/2017).

Dalam aksi tersebut massa meminta agar anggota Dewan menolak PERPPU Ormas No 2 tahun 2017  dan menolak serta melawan adanya kebangkitan PKI. Ia juga mengatakan bahwa akan ada 15 delegasi yang akan diterima oleh anggota Dewan.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau