13 Tahun Pembunuhan Munir, Suci: Pemerintahan Jokowi tak Serius Ungkap Kasus

"Dengan terang benderang mereka lempar tanggung jawab. Mana kerja jaksa agung yang diberi perintah? Bekerja atau tidak? Kalau jaksa agung tidak bekerja berarti kosong perintah Jokowi.

Kamis, 07 Sep 2017 09:36 WIB

Pejuang HAM Munir Said Thalib saat berunjukrasa. (Foto: Omah Munir)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Pemerintahan Joko Widodo dinilai tak peduli penuntasan kasus pembunuhan pegiat hak asasi manusia Munir Said Thalib. Suci istri Munir mencontohkan perintah Presiden Jokowi pada Oktober tahun lalu pada Jaksa Agung untuk menuntaskan kasus Munir.

"Ini sudah hampir satu tahun. Kita tahu dengan terang benderang mereka lempar tanggung jawab. Mana kerja jaksa agung yang diberi perintah? Bekerja atau tidak? Kalau jaksa agung tidak bekerja berarti kosong perintah Jokowi." Tegas Suciwati kepada KBR, Kamis (07/09).

Suci memberi contoh lain ketidak seriusan pemerintahan Jokowi saat  Sekretariat Negara   mengajukan banding atas putusan Komisi Informasi publik agar mengumumkan hasil Tim Pencari Fakta (TPF) Kasus Munir. Banding diajukan lantaran Sekneg bersikeras tak menguasai dokumen tersebut. Namun saat salinan dokumen itu telah diserahkan oleh bekas Mensesneg Sudi Silalahi, tak juga diumumkan oleh pemerintahan Jokowi.

Suci menegaskan penuntasan kasus Munir menjadi tugas negara. Kata dia, pengungkapan pembunuhan Munir adalah utang sejarah yang harus dilunasi.

Muni Said Thalib tewas dibunuh hari ini pada 13 tahun lalu. Racun arsenik membuat Munir meregang nyawa di atas pesawat Garuda tujuan Belanda pada 7 September 2004. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.