Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga kiri) dan Dirjen Pajak Ken Dwijugeasteadi (kedua kanan) memberi keterangan pers usai meninjau jalannya program pengampunan pajak hari terakhir periode pertama di Direktorat Jendera



KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjanjikan ada insentif untuk para pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak yang bertugas melayani peserta program pengampunan pajak atau tax amensty. Alasannya, para petugas itu sudah memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta tax amnesty, bahkan lembur sampai tengah malam.

Jokowi mengatakan, dia sudah menyampaikan ide itu kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi.

"Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh petugas pajak, seluruh aparat pajak yang dalam tiga bulan terakhir bekerja betul-betul, dan sebulan terakhir ini kerja sampai tengah malam. Saya melihat sendiri. Dan saya sudah menyampaikan pada Bu Menteri dan Pak Dirjen agar mereka diberikan apresiasi, karena telah memberikan pelayanan dan integritasnya dalam program tax amnesty," kata Jokowi di kantor Ditjen Pajak, Jumat (30/09/16).

Jokowi mengatakan, animo peserta tax amnesty sangat besar, karena program itu mendapat kepercayaan besar dari kalangan masyarakat, terutama kalangan pengusaha. Namun, kata dia, bagi masyarakat yang belum berpartisipasi, masih ada kesempatan pada periode kedua dan ketiga.

Malam ini pukul 20.00, Jokowi kembali mengunjungi kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak. Jokowi terlihat menyapa beberapa petugas pelayanan tax amnesty dan para peserta yang berpartisipasi. Saat Jokowi datang, nomor antrean peserta program itu di kantor pajak pusat sudah mencapai 2.200.

Selain itu, Jokowi juga mengumumkan uang tebusan yang menjadi penerimaan negara hingga empat jam sebelum penutupan mencapai Rp 97,1 triliun. Adapun total deklarasi dan repatriasinya mencapai Rp 3.540 triliun. Jokowi berkata, nilai itu akan terus membesar karena saat itu, antrean di kantor pusat pajak itu masih panjang. 


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!