Penandatanganan kerjasama antara Menteri Kominfo Rudiantara dan (ketiga kanan) dan Dirut PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia Sinthya Roesly (tengah) dalam perjanjian penjaminan Proyek Palapa Ring Paket Barat dan Tengah. (Antara)



KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mendesak Menteri Telekomunikasi dan Informatikan, Rudiantara untuk segera merampungkan proyek Palapa Ring. Hal itu disampaikan usai Presiden Jokowi menyaksikan penandatanganan perjanjian penyelesaian pendanaan proyek Palapa Ring paket tengah di Istana Merdeka, Jakarta.

Dia meminta proyek tersebut bisa rampung tahun 2019.

"Kenapa ini kita garap dan kita dorong terus, saya sampaikan ke Kemenko harus ada terobosan, kalau tidak, tidak akan mulai-mulai.  Harus cepat,  karena kalo kita lihat semakin kita lihat dunia luar kita, semakin kita ingin semuanya harus cepat kita kejar. Kalau tidak ditinggal jauh kita, tinggal betul," ujarnya saat memberi sambutan dalam acara penandatanganan perjanjian Proyek Palapa Ring di Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/09).

Kata dia, Indonesia harus memulai peta jalan industri ekonomi digital secepat mungkin. Pembangunan Palapa Ring diharapkan jadi tulang punggung industri ekonomi digital di Indonesia. Pasalnya kata dia, Indonesia berpotensi meraup keuntungan jika teknologi tersebut bisa segera merata dirasakan diseluruh Indonesia.

"Waktu ke Silicon Valley masuk ke Google, saya banyak terkaget-kaget, masuk lagi ke bagian play begitu mereka menyiapkan entrepreneur di bidang IT juga begitu sangat siapnya. Balik lagi masuk ke Tiongkok, Cina, masuk ke Alibaba kita betul-betul juga merasa ketinggalan sekian tahun. Padahal peluang di Indonesia Digital ekonomi kita di 2020 sampai 130 miliar US Dollar, berapa triliun, berapa ribu triliun itu," tegasnya.

Selain itu dia juga meminta  swasta untuk melakukan hal sama. Menurut dia, terkait pembangunan teknologi informatika ini, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan begitu kata dia, konektivitas internet bisa dirasakan di seluruh pelosok Indonesia dan ini bisa membantu pemasaran hasil usaha kecil menengah.

"Bayangkan kalau tidak ada serat optik ini yang menjangkau semua pulau, baik untuk telekomunikasi, baik untuk e-commerce, semuanya sangat diperlukan. Begitu ini siap semuanya  logistik platform-nya siap, marketplace platform-nya siap, industri-industri kecil, produk-produk di desa, produk-produk di pulau-pulau terpencil, produk-produk  petani, produk-produk  nelayan itu bisa disatukan. Inilah nanti yang mempersatukan kita, konektivitas itu bukan hanya tol laut, konektivitas itu bukan hanya pelabuhan, jalan tol, bukan itu saja. Tol informasi ini sangat diperlukan juga untuk jangkaun ke depan," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyaksikan penandatanganan perjanjian penyelesaian pendanaan proyek Palapa Ring paket tengah di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis sore. Penandatanganan itu dilakukan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara selaku penanggungjawab proyek dengan PT Palapa Timur Telematika (PTT) selaku badan usaha pelaksana. Selain itu, Presiden sekaligus menyaksikan penandatanganan kerja sama direncanakannya proyek Palapa Ring paket timur.

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan jaringan serat optik di penjuru Indonesia. Serat optik tersebut berguna untuk jaringan telekomunikasi nasional. Dengan demikian, akses konektivitas penjuru Indonesia akan semakin tinggi.

Proyek Palapa Ring terbagi menjadi tiga paket yakni paket barat, tengah dan timur. Paket barat akan menjangkau wilayah Sumatera hingga ke Kepulauan Riau dan Natuna. Sementara paket tengah akan menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara. Adapun, paket timur menjangkau Nusa Tenggara Timur, Papua dan pedalamannya.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!