Harga Rokok Naik, Inflasi Diperkirakan Bertambah 0,23 Persen

"Karena yang mengisap rokok dari sisi demografinya, saya belum lihat hasilnya. Apakah makin banyak merokok makin kaya atau tidak? Mungkin saya akan lihat lagi,"

Jumat, 30 Sep 2016 20:58 WIB

Ilustrasi (sumber: Antara)



KBR, Jakarta- Pemerintah memperkirakan kenaikan cukai rokok pada 2017 akan memberikan tambahan inflasi 0,23 persen pada tahun depan, dari asumsi inflasi 4 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kenaikan tarif cukai dan harga rokok memang memberikan pengaruh pada inflasi dan kemiskinan.

Soal dampak terhadap kemiskinan, Sri berkata masih akan mempelajarinya.

"Dari sisi inflasi diperkirakan 0,23 persen. Dari sisi kemiskinan, mungkin kami harus hitung lagi, karena tentu saja kalau konsumsi menurun dan peredaran bisa dibatasi, dan dari kesehatan baik, maka sisi kemiskinan lebih baik. Karena yang mengisap rokok dari sisi demografinya, saya belum lihat hasilnya. Apakah makin banyak merokok makin kaya atau tidak. Mungkin saya akan lihat lagi," kata Sri di kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jumat (30/09/16).

Sri mengatakan, tarif cukai rokok memang biasa diperbarui setiap tahun. Kata dia, kebijakan itu sudah mempertimbangkan banyak hal, terutama aspek kesehatan dan ekonomi. Tahun depan, tarif cukai rokok dinaikkan rata-rata tertimbang sebesar 10,54 persen dan kenaikan harga jual eceran rata-rata sebesar 12,26 persen.

Sri berujar, kenaikan tarif cukai rokok juga akan berpengaruh pada penerimaan negara. Dia berujar, pada tahun depan, pemerintah menargetkan penerimaan cukai sebesar Rp 149,8 triliun, atau 10 persen dari total penerimaan perpajakan.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.