Gusur Bukit Duri, 277 Keluarga Sudah Pindah ke Rusun Rawa Bebek

"Yang sudah ngambil kunci totalnya 313, tinggal tunggu mereka melapor,"

Jumat, 30 Sep 2016 13:26 WIB

Rumah susun rawa bebek, Pulo Gebang, Jakarta Timur. (Foto: KBR/Gilang R.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Sebanyak 277 keluarga warga Bukit Duri telah pindah ke Rusun Rawa Bebek. Kata Kepala Rusun Rawa Bebek, Darmawati Sembiring, mereka adalah warga yang rumahnya digusur untuk normalisasi bantaran kali Ciliwung.

"Warga Bukit Duri yang sudah ke Rawa Bebek itu 277 KK. Sudah tinggal di sini semua," kata Darmawati saat ditemui KBR di Rusun Rawa Bebek, Jumat (30/09/16).

Pemprov DKI menyediakan 363 unit rusun untuk merelokasi warga yang menempati bantaran kali Ciliwung itu. Darmawati mengatakan, 26 keluarga sudah mengambil kunci namun belum menempati unit rusun.

"Yang sudah ngambil kunci totalnya 313, tinggal tunggu mereka melapor," ujarnya.

Terdapat selisih jumlah antara unit yang disediakan dengan jumlah KK yang sudah mengambil kunci. Darmawati mengatakan, tersisa 50 unit lagi yang masih kosong.

"Masih ada sebagian warga yang bertahan di lokasi, kita masih menunggu," kata Dia.

Darmawati mengaku belum mendapat keluhan dari warga Bukit Duri yang sudah pindah ke rusun Rawa Bebek. Warga terlihat nyaman menempati rusun yang disediakan.

Warga Bukit Duri, Anto (51), mengaku nyaman tinggal di rusun Rawa Bebek. Bahkan ia dan keluarganya sudah pindah sejak setengah bulan yang lalu. Jarak dari Bukit Duri, Jakarta Selatan ke Rusun Rawa Bebek Pulo Gebang, Jakarta Timur sekitar 15 km.

"Rumah saya kemarin digusur tapi sudah pindah jauh-jauh hari," kata Dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggusur permukiman di bantaran kali Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta Selatan. Sebagian warga yang sedang mengajukan gugatan class action di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memilih untuk tetap tinggal di sekitar Bukit Duri. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Puasa kali ini bertepatan dengan masa kampanye pilkada 2018