Pilpres 2019, Jokowi Masih Rahasiakan Nama Ketua Tim Pemenangan

Calon presiden petahana Joko Widodo masih enggan membocorkan nama ketua tim pemenangannya pada Pilpres 2019.

Rabu, 22 Agus 2018 14:18 WIB

Presiden Joko Widodo saat menunggu PM Malaysia, Mahathir Mohamad, Jumat (29/6). (Foto: ANTARA/ Puspa P)

KBR, Jakarta - Calon presiden petahana Joko Widodo masih enggan membocorkan nama ketua tim pemenangannya pada Pilpres 2019. Ia hanya mengatakan, struktur keanggotaan tim pemenangan sudah diserahkan ke KPU. Kendati, tanpa menyertakan ketua tim kampanye Jokowi-Ma'ruf.

Ia lantas meminta agar publik bersabar soal pengumuman nama ketua tim pemenangan tersebut.

"Kan sudah didaftarkan. (Belum ada nama ketuanya?) Memang nama ketuanya belum. Oh ya nanti dicarikan. (Kapan diumumkan?) Ya santai sajalah, jangan tergesa-gesa," kata Jokowi usai salat Iduladha di Lapangan Tegar Beriman Kabupaten Bogor, Rabu (22/8/2018).

Pada struktur Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf yang diserahkan ke KPU, sembilan pimpinan partai koalisi menempati posisi sebagai dewan penasihat. Di antaranya Megawati Soekarnoputri, Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, dan Muhammad Romahurmuziy.

Selain itu, beberapa tokoh juga masuk sebagai dewan pengarah, yakni Wakil Presiden Jusuf Kalla, Bekas Wakil Presiden Try Sutrisno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Menteri Keuangan Sri Mulyani juga sempat masuk sebagai anggota dewan pengarah tim pemenangan Jokowi-Maruf, meski kemudian mengundurkan diri.

Terdapat pula nama Kepala Staf Kepresidenna Moeldoko yang menempati posisi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional, beserta politikus lain yang kebanyakan anggota DPR. 

Soal banyaknya menteri yang menjadi juru kampanye Jokowi, pihak istana mengklaim kegiatan politik takkan mengganggu pekerjaan di sisa masa jabatan mereka. Alasannya, para menteri tersebut hanya sebagai dewan pengarah, dan tak akan ikut berkampanye ke daerah-daerah.

Baca juga:


9 Sekjen Partai Koalisi Lengkapi Susunan Tim Kampanye

Nama-nama itu disetor ke KPU, Senin (20/8/2018) siang. Sembilan Sekjen Partai Politik Koalisi pendukung pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin datang melengkapi berkas. Diterima Ketua KPU Arief Budiman, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, kedatangan para sekjen itu hendak merinci susunan dan komposisi Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Bekerja.

"Mengingat seluruh dokumen sudah diserahkan administrasi sudah diserahkan pada saat pendaftaran calon dan hari ini (Senin) kami sekali lagi melengkapi susunan dan komposisi dari tim kampanye nasional. Di mana berdasarkan aturan KPU susunan ini masih bisa diperbaiki," ujar Hasto di KPU RI, Jakarta, Senin (20/8/2018) lalu.

Saat penyerahan tersebut, Hasto mengatakan, untuk Ketua Tim Kampanye masih menunggu keputusan Jokowi dan Maruf. Sementara kata dia, hingga satu hari menjelang kampanye pada 21 September masih dimungkinkan penyempurnaan susunan tim pemenangan.

"Kami tidak mau mengganggu kesibukan Bapak Presiden saat ini berkonsentrasi terhadap pelaksanaan Asian Games dan juga membantu penanganan di NTT," papar Hasto.


Ketua KPU Arief Budiman (kanan) menyaksikan rombongan 9 Sekjen koalisi Parpol yang menggunakan motor gede usai menerima berkas tambahan Pilpres 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Senin (20/8). (Foto: ANTARA/ Rivan A)

Ia juga menyinggung soal netralitas Jusuf Kalla masuk dalam susunan TKN. "Oh tidak (mengganggu netralitas), Karena ini kan kesinambungan dengan pemerintahan sebelumnya. Apapun Pak Jokowi dan Ma'ruf Amin adalah kesinambungan dari pemerintahan Jokowi-JK."

Para Sekjen Parpol itu datang ke KPU dari Rumah Cemara dengan mengendarai motor gede. Tak hanya itu, sembilan sekjen berpakaian seragam; mengenakan setelan celana hitam dan kemeja putih dengan lengan digulung ala Jokowi, plus dasi merah.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.