Pidato Kenegaraan Jokowi, dari Perangi Korupsi, Narkoba, sampai Terorisme

"Membebaskan Indonesia dari jeratan korupsi yang mengkhianati kepercayaan rakyat, yang menggerogoti anggaran negara, dan merusak sendi-sendi perekonomian bangsa, "

Kamis, 16 Agus 2018 12:42 WIB

Presiden Joko Widodo menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2018 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Presiden Joko Widodo menyinggung isu pemberantasan korupsi, narkotika, hingga terorisme, dalam pidato kenegaraannya di depan anggota DPR, MPR, dan DPD. Jokowi mengklaim, pemerintahannya sangat mendukung upaya KPK memberantas korupsi.

"Upaya untuk membebaskan Indonesia dari jeratan korupsi yang mengkhianati kepercayaan rakyat, yang menggerogoti anggaran negara, dan merusak sendi-sendi perekonomian bangsa, harus terus dilakukan. Pemerintah akan terus mendukung upaya KPK untuk memberantas korupsi," ucap Jokowi di Gedung MPR/DPR, Kamis (16/08).

Salah satu upaya memberantas korupsi, kata Jokowi, adalah dengan menerbitkan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi, melalui Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2018. Menurut Jokowi, Perpres tersebut memuat arah kebijakan nasional yang tepat sasaran dalam pencegahan korupsi.

Baca Juga:

Pidato Kenegaraan, Jokowi Kembali Janjikan Penyelesaian Pelanggaran HAM Masa Lalu  

Pidato Kenegaraan Jokowi, Penerima Bantuan Sosial PKH akan Jadi 15,6 Juta Keluarga  

Jokowi melanjutkan, pemerintah juga meneruskan inisiatif Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Kata Presiden, satuan tugas tersebut yang sampai semester pertama 2018, telah melaksanakan 2.911 kegiatan operasi tangkap tangan.

Kemudian Jokowi juga membahas komitmen negara dalam memberantas narkotika. Presiden mengklaim, komitmen negara dalam memerangi narkotika sangat besar. Meski begitu, dia meminta masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam upaya pemberantasan barang terlarang tersebut.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terlibat dalam memberantas terorisme sampai ke akar-akarnya. Kata dia, pemerintah akan memastikan stabilitas keamanan, termasuk dengan menyediakan alutsista yang lebih modern untuk menunjang kinerja TNI, Polri, BIN, dan BNPT. Selain itu, kata Jokowi, negara sangat mendukung peran ulama, tokoh masyarakat, dan pendidik untuk menekan paparan ajaran radikal kepada anak muda. 

Editor: Adia Puja Pradana 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.