Pengungsi Gempa Lombok Minta Pemerintah Bangun Rumah Sementara

“Rumah kita kan ambruk, kita mau ngungsi kemana lagi? Jadinya kita harus tetap di sini. Tidak tahu kelanjutan rencana pemerintah, apakah ada bantuan rumah, kita tidak tahu," keluh Salman Hidayat.

Kamis, 09 Agus 2018 13:03 WIB

Ilustrasi: Antara

KBR, Mataram- Korban gempa bumi di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), meminta pemerintah untuk membangun rumah sementara bagi para pengungsi. Seorang pengungsi di Kantor Camat Gunung Sari, Salman Hidayat, menuturkan saat ini pengungsi mendirikan tenda-tenda darurat karena sebagian besar rumah mereka hancur.

Kata Salman, para pengungsi tidak tahu harus sampai kapan tinggal di pengungsian. Oleh karena itu, kata dia, pengungsi meminta pemerintah membangun rumah sementara selama rumah mereka diperbaiki. 

“Rumah kita kan ambruk, kita mau ngungsi kemana lagi? Jadinya kita harus tetap di sini. Tidak tahu kelanjutan rencana pemerintah, apakah ada bantuan rumah, kita tidak tahu. Kalau tidak ada, kita juga bingung mau kemana lagi, karena rumah ambruk,” keluh Salman Hidayat, Kamis, (09/08).

Lebih lanjut, Salman mengatakan para pengungsi di Kantor Camat Gunung Sari sudah mendapatkan bantuan logistik berupa bahan pokok, makanan dan minuman. Kendati demikian, kata Salman, para pengungsi juga membutuhkan fasilitas air bersih dan Mandi Cuci Kakus (MCK). Para pengungsi, kata dia, sejauh ini memanfaatkan sumber-sumber air yang tersisa.

Sementara itu, data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi di Pulau Lombok saat ini sebanyak 156 ribu orang. Sedangkan 42 ribu rumah rusak dan 458 bangunan sekolah rusak.


Editor: Adia Pradana 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.