Penangkaran Buaya di Banyumas Datangkan Pejantan Menjelang Musim Kawin

Pengenalan antar buaya memang harus dilakukan sealami mungkin dan menghindari interaksi langsung pada masa awal.

Jumat, 17 Agus 2018 14:07 WIB

Ilustrasi

KBR, Banyumas- Mitra Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah di Banyumas, Penangkaran Buaya Dawuhan Kulon Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, mendatangkan pejantan dari penangkaran Blanakan, Subang, Jawa Barat.

Pengelola Penangkaran, Arif Suyanto mengatakan, buaya yang didatangkan berumur kisaran 20 hingga 15 tahun. Mereka didatangkan, agar buaya muara di penangkaran, utamanya yang merupakan titipan BKSDA bisa memperoleh keturunan.

Dia menjelaskan, di penangkaran buaya Dawuhan Kulon ada tiga ekor buaya titipan BKSDA yang sudah siap kawin. Namun, lantaran pejantannya belum mampu kawin karena masih muda. Kata dia, diperlukan pejantan berusia dewasa minimal berusia 15 tahun, agar bisa mengawini betina yang juga berusia dewasa.

Meski begitu, buaya jantan dan betina tidak akan langsung disatukan di sebuah kandang. Mereka akan dibiarkan saling mengenal lewat lorong yang dibatasi besi. Selanjutnya, jika sudah saling tertarik dan tidak terindikasi bertarung, buaya jantan dan betina akan disatukan agar bisa berkembang biak menjelang musim kawin buaya, September nanti.

"Biasanya buaya itu musim kawinnya bulan September.  Saya mau bikin lorong terus dikasih tambang. Kalau berantem ya dipisah lagi. Biar mereka kenal dulu, dipisahkan besi, saling melihat dulu," jelas Yusuf Jumat, (17/8/2018).

Lebih lanjut Arif menjelaskan, pengenalan antar-buaya memang harus dilakukan sealami mungkin dan menghindari interaksi langsung pada masa awal. Pasalnya, hampir dipastikan buaya muara yang dikenal sebagai hewan terganas dan hewan teritorial akan saling bertarung. Risikonya, buaya cidera atau bahkan mati.

Dia menambahkan, di Penangkaran Buaya Dawuhan Kulon saat ini ada 26 buaya berbagai usia. Paling banyak adalah buaya muara. Lainnya adalah buaya langka Sinyulong dan Buaya Papua. Sebagian besar adalah titipan dari BKSDA Jawa Tengah, baik hasil evakuasi alam maupun sitaan dari masyarakat.

Editor: Adia Puja Pradana

 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.