Pemerintah Verifikasi Lebih dari 17 Ribu Rumah Rusak Akibat Gempa Lombok

Pendataan dan verifikasi rumah yang rusak akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat terus berlangsung. Sehingga pemerintah belum bisa memastikan jumlah pasti bangunan terdampak.

Senin, 27 Agus 2018 20:11 WIB

Alat peraga anatomi tubuh manusia di reruntuhan bangunan akibat gempa di Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (21/8). (Foto: ANTARA/ A Subaidi)

KBR, Jakarta - Pemerintah telah memverifikasi sebanyak 17.400 rumah yang rusak akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangiley mengatakan, belasan ribu rumah itu ada di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur dan Lombok Tengah.

"Sekarang ini kami melakukan pendataan dan verifikasi telah mencapai 17.400 rumah. Jumlah akhirnya berapa, kami belum tahu. Tapi kami akan terus melakukan ini secepat-cepatnya agar pemulihan ini dapat dilakukan dengan baik," kata Willem di Kantor Wakil Presiden, Senin (27/8/2018).

Willem mengatakan, rumah yang telah diverifikasi akan diberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk kategori rusak berat, Rp25 juta rusak sedang dan Rp10 juta untuk rusak ringan. Hingga saat ini, pemerintah telah menyalurkan bantuan untuk 6.190 rumah pada termin pertama.

Ia pun menjelaskan, dana bantuan tersebut tak dicairkan sekaligus melainkan bertahap. Dengan pencairan pertama sebesar Rp10 juta.

"Arahan dari Bu Menkeu bahwa kita bagikan dulu R10 juta, kan enggak mungkin dikasih langsung 50 juta, tentu ada pentahapan. Jadi kebijakan itu juga salah satu percepatan untuk pemulihan," terang Willem.

Pemerintah memperkirakan jumlah rumah rusak akibat gempa Lombok lebih dari 70 ribu unit. Jumlah ini kemungkinan bertambah sebab pendataan dan verifikasi masih berlangsung.

Baca juga:





Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.