Pemerintah Diminta Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Gempa Lombok

“Banyak sekali relawan asing yang ahli di bidang paramedis sekaligus juga rescue yang tak bisa kerja, karena status bencana masih lokal," kata Anggota DPRD NTB Johan Rosihan.

Jumat, 10 Agus 2018 15:55 WIB

Korban gempa mengangkat barang yang berhasil diamankan dari rumahnya yang hancur di Pemenang, Lombok Utara, NTB, Jumat (10/8). (Foto: Antara)

KBR, Mataram- Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) mendesak pemerintah untuk menjadikan bencana gempa bumi yang melanda daerah itu berstatus bencana nasional. Masyarakat menilai, peningkatan status sudah layak lantaran dampak yang ditimbulkan oleh bencana tersebut semakin meluas. 

Anggota DPRD NTB Johan Rosihan mengatakan, banyak kendala yang dihadapi dalam masa tanggap darurat ini. Salah satunya banyak tim medis dan tim penyelamat dari luar negeri yang masih tertahan di Mataram lantaran tak memiliki izin melakukan aktifitas kemanusiaan. Tenaga medis asing belum memiliki izin membantu karena status bencana di Pulau Lombok masih lokal.

“Itu banyak sekali relawan asing yang ahli di bidang paramedis sekaligus juga rescue, mereka tertahan karena tak bisa kerja. Karena statusnya masih lokal, mereka tak boleh turun. Bahkan kabarnya aparat mengancam kalau mereka turun, mereka bisa dideportasi. Banyak orang yang berempati, namun kenapa harus terkendala dengan persoalan seperti ini” kata Johan Rosihan, Jumat, (10/08).

Johan mengatakan, DPRD NTB akan terus mendesak pemerintah pusat agar status bencana ini menjadi bencana nasional. Masalahnya, kata dia, masa pemulihan gempa yang melanda Lombok butuh biaya yang sangat besar, karena terdapat ribuan rumah hancur dan ratusan ribu warga masih berstatus pengungsi. 

Ia menjelaskan, jika bencana ini berstatus bencana nasional, pemerintah pusat berkewajiban membangun rumah baru bagi masyarakat berdasarkan instruksi presiden (Inpres).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga hari ini jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi terus bertambah. Sedikitnya 259 orang korban jiwa, seribuan orang luka-luka, dan 270 ribu orang mengungsi. 

Editor: Adia Pradana 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Apakah anda lelah dengan rutinitas harian anda? Seperti kuliah atau bekerja,dan belum punya waktu atau budget anda terbatas untuk bersenang-senang? Dufan Jawabannya