Menteri Jadi Juru Kampanye Jokowi, Istana Klaim Tak Akan Ganggu Pekerjaan

"Kalau beberapa menteri kan lebih kepada pengarah. Pengarah itu kan mengarahkan."

Selasa, 21 Agus 2018 12:48 WIB

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Istana mengklaim pekerjaan beberapa menteri yang ditunjuk sebagai juru kampanye calon presiden petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin, tak akan terganggu. Sekretaris Kabinet, yang juga politikus PDI Perjuangan, Pramono Anung mengatakan, para menteri tersebut hanya ditunjuk sebagai anggota dewan pengarah. Sehingga tak akan sering berkunjung ke daerah untuk kampanye. Selain itu, Pramono juga mengklaim, Jokowi tetap meminta empat menterinya yang menjadi juru kampanye tersebut agar tetap fokus bekerja.

"Kalau beberapa menteri kan lebih kepada pengarah. Pengarah itu kan mengarahkan, tidak seperti yang di bawahnya ya direktur, tim teknis, dan sebagainya. Sehingga konsentrasi di kementeriannya tidak akan terganggu. Presiden juga akan lebih fokus pada bekerja. Jadi walaupun setelah tanggal 22 September ditetapkan, dan masuk masa kampanye, presiden akan bekerja seperti biasa," kata Pramono di komplek Istana Kepresidenan, Senin (20/8).

Menteri-menteri yang disebut menjadi juru kampanye Jokowi adalah Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebagai dewan penasihat, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung sebagai dewan pengarah. Selain itu, masih ada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai wakil ketua tim kampanye. 

Pramono mengatakan, Jokowi sudah membicarakan penunjukkan juru kampanye tersebut kepada para menterinya. Menurutnya, Jokowi juga meminta agar para menteri tetap berkonsentrasi bekerja dan mendelegasikan tugas kampanye pada pejabat di bawahnya. Sehingga, para menteri tersebut juga tak akan ikut berorasi saat kampanye.

Menurut Pramono, Jokowi sebagai calon inkumben akan lebih fokus menyelesaikan pekerjaannya, ketimbang kampanye ke daerah-daerah. Menurutnya, konsep kampanye konvensional dengan berkunjung ke daerah-daerah akan lebih menguras tenaga Jokowi. 

Baca: 

Koalisi Indonesia Kerja Galang Seratusan Jubir, Zulkifli Hasan Heran  

Sri Mulyani Batal Jadi Juru Kampanye Jokowi-Maruf

Meski disebut-sebut masuk ke dalam jurkam Jokowi-Ma'ruf. Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan ia batal masuk sebagai anggota dewan pengarah tim kampanye. Sri mengatakan, Jokowilah yang justru memintanya tak ikut bergabung dalam tim kampanye, agar tetap fokus pada urusan keuangan negara. Menurut Sri, situasi perekonomian global dan pengelolaan keuangan negara, memang memerlukan perhatian khusus, yang tak bisa dibagi.

"Ya Presiden melihat kepentingan lebih besar dari sisi Perekonomian. Saya selama ini kan sudah menyampaikan, saya fokus untuk mengelola keuangan negara. Dan situasi membutuhkan perhatian. Pokoknya saya mengatakan saya fokus di APBN dan itu sesuai dengan Presiden," kata Sri sambil tersenyum, di komplek Istana Kepresidenan, Selasa (21/8).

Sri mengatakan, ia tak pernah diajak bicara secara khusus oleh tim pemenangan, hingga namanya sempat masuk sebagai dewan pengarah jurkam. Menurut Sri, saat ini ia hanya akan fokus pada pengelolaan APBN 2018 dan penyusunan APBN 2019.

Editor: Fajar Aryanto

 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.