Komunitas Banokeling Rayakan Iduladha Kamis Pekan Depan

Untuk menentukan perayaan Iduladha, Komunitas Banokeling mendasarkan pada penghitungan kalender Alif Rebo Wage (Aboge).

Rabu, 22 Agus 2018 15:03 WIB

Ilustrasi: Penganut Islam kejawen Komunitas Bonokeling di Cilacap,Jawa Tengah. (Foto: KBR/Muhamad Ridlo)

KBR, Banyumas – Penganut Islam Kejawen Komunitas Banokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah baru akan merayakan Iduladha secara tradisi pada Kamis (30/8/2018) pekan depan.

Juru bicara Tetua Adat Banokeling, Sumitro mengatakan dalam tradisi Banokeling, Iduladha disebut sebagai Perlon atau Bada Perlon. Anggota komunitas ini baru akan menggelar tradisi perlon pada pekan depan bertepatan dengan Kamis pasaran Pahing. Adapun tanggalnya adalah 17 bulan Besar atau Aji.

Dia menjelaskan, untuk menentukan jatuhnya hari-hari besar, Komunitas Banokeling mendasarkan pada kalender Alif Rebo Wage (Aboge). Lantaran tahun ini adalah tahun Dal, maka Iduladha atau Perlon tiba pada hari Kamis Pahing. Sementara tanggalnya mengikuti hari yang menjadi dasar perhitungan.

"Banokeling sendiri kegiatan tradisinya kan Kamis pekan depan. Di sini kan pakainya bukan tanggal, melainkan hari terus. Makanya, kalau pas puasa, lebaran, pakainya juga hari, tanggal, tinggal mengikuti saja," jelas Sumitro di Banyumas, Rabu (22/8/2018)

"Perhitungannya, seperti contoh. Sini menghitungnya dengan Aboge, yang dicari harinya. Tanggal tinggal mengikuti saja. Seperti tahun lalu, Abogenya tanggal 21, yang sekarang tanggal 17, besok itu kan Kamis Pahing," tambahnya.

Menurut Sumitro, meski baru merayakan Bada Perlon pada Kamis depan, namun Rabu ini para anak putu Banokeling sudah bergabung dengan masyarakat Islam lain yang merayakan Iduladha. Mereka juga turut membagikan daging hewan kurban yang dipotong hari ini.

Baca juga:

Sumitro pun menjelaskan, sebelum menggelar ritual Perlon Kamis Pahing pekan depan, pada Kamis besok atau Kamis Kliwon komunitasnya akan menggelar ritual rikat di makam atau panembahan Banokeling. Isinya yakni berdoa dan bersih-bersih area makam.

Selanjutnya, pada hari Bada Perlon pekan depan, Komunitas Banokeling akan menjalankan ritual serupa di makam Kiai Gunung. Mereka juga akan memotong hewan perlon atau kurban. Tahun ini, sudah ada sejumlah anak putu yang mendaftarkan kambing untuk Perlon. Biasanya mendekati hari H, pendaftar akan semakin bertambah.

Pada Perlon tahun lalu, sebanyak 23 ekor kambing dipotong untuk dibagikan kepada masyarakat. Pada 2016, jumlah kambing Perlon 26 ekor ditambah dua ekor sapi.

Sumitro menambahkan, dalam kalender Alif Rebo Wage (Aboge), tahun 2018 ini adalah tahun Dal. Rumus perhitungan tahun Dal adalah Daltugi.  Karenanya, tahun baru 1 Sura tiba pada Sabtu pasaran Manis. Dari perhitungan Sabtu pasaran Manis itulah perhitungan untuk bulan-bulan lain didasarkan.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.