Kalahkan Korsel, Bulutangkis Putri Indonesia Melaju ke Semifinal Asian Games 2018

Di babak semifinal nanti, Indonesia akan melawan tim Jepang.

Senin, 20 Agus 2018 15:21 WIB

Pasangan Della/Rizki melakukan selebrasi usai mengalahkan pasangan Korsel, Baek/Kim (Foto: Antara)

KBR,Jakarta - Kabar gembira datang dari cabang bulutangkis beregu putri di ASIAN Games 2018. Indonesia berhasil melenggang ke babak semifinal setelah mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-1. Tiga kemenangan diraih oleh Gregoria Mariska Tunjung di tunggal putri, dan pasangan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta serta Greysia Polii/Apriyani Rahayu di ganda putri.

Poin pertama diraih oleh Gregoria Mariska Tunjung yang berhasil mengalahkan Sung Ji Hyun dengan skor 21-13, 8-21, dan 21-18. Indonesia kemudian melanjutkan kemenangannya pada pertandingan kedua, melalui ganda Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang mampu membungkam pasangan Lee So Hee/Shin Seung Chan dengan skor 21-18, 21-17.

Sayangnya, di partai ketiga, Korea Selatan mencuri satu poin dari tunggal putri. Fitriani kalah dari Lee Se Yon dengan skor 14-21, 21-8, dan 12-21. Dalam situasi 2-1 untuk Indonesia, partai keempat harus memastikan kemenangan agar bisa lolos ke semifinal.

Della Destiara Haris dan Rizki Amelia Pradipta menjadi penentu dalam pertandingan melawan Korea Selatan. Pasangan ini ditempatkan pada pertandingan keempat melawan pasangan Baek/Kim. Mereka pun menyuguhkan permainan gemilang dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-15. Sorak sorai penonton di Istora senayan, Jakarta pada Senin (20/8) langsung bergemuruh seiring kemenangan Della/Rizki. 


Fitriani Minta Maaf Karena Kalah

Pada babak semifinal nanti, Indonesia akan melawan tim Jepang. Meski diakui sebagai lawan yang berat, Rizki Amelia Pradipta tidak terlalu memikirkan pertandingan semifinal nanti. Yang terpenting bagi dirinya dan tim tetap terus berlatih semaksimal mungkin dan berusaha memberikan yang terbaik saat pertandingan.

Dikalahkan Lee Se Yon, Fitriani, tunggal putri, meminta maaf. Ia menyebut salah satu faktor kekalahannya adalah arah angin dan penguasaan lapangan.

"Di babak kedua ya saya kalah angin jadi saya lebih banyak nyodok, nyodok, nyodok dan dia juga pergerakannya kurang enak. Di game kedua itu jadi mungkin dia rada kendor jadi di game kedua saya bisa ngatur tempo mainnya. Pengaruh angin lumayan besar soalnya di game pertama itu menang anginkan, cuma tadi anginnya memang rada muter juga sih. Kadang menang angin kadang kalah angin. Cuma kalau anginnya ke samping ke sana terus memang anginnya. Pasti dia juga ngerasain angin ya mungkin saya lebih kurang bisa pintar-pintar mengadaptasi," ujar Fitriani, seusai pertandingan kepada KBR, Senin (20/8).

Kekecewaan tampak di wajah Fitriani. Suaranya pun agak terbata-bata ketika diwawancarai awak media. Saat mengucapkan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia, mata Fitriani terlihat berkaca-kaca seperti akan meneteskan air mata. Kendati menderita kekalahan, Fitriani tetap berbahagia. Sebab, rekan-rekannya yang lain mampu mempersembahkan kemenangan sehingga Indonesia bisa lolos ke semifinal.

Editor: Fajar Aryanto

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.