Jokowi Ingin MPR dan BPIP Kompak Kawal Pancasila

Presiden Jokowi ingin agar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kompak mengawal ideologi Pancasila.

Kamis, 16 Agus 2018 15:56 WIB

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2018 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8). (Foto: ANTARA/ Hafidz M)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo ingin agar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kompak mengawal ideologi Pancasila. Apalagi, kata Jokowi, MPR telah membentuk tim ad hoc untuk menyiapkan rumusan sistem perencanaan pembangunan nasional dan menyempurnakan sistem ketatanegaraan.

Menurut dia, MPR akan mampu menjamin sistem ketatanegaraan Indonesia mencerminkan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

"MPR telah membentuk Panitia Ad Hoc yang diberi tugas untuk mempersiapkan materi tentang reformulasi sistem perencanaan pembangunan nasional, serta penyempurnaan sistem ketatanegaraan di negeri kita," kata Jokowi saat berpidato di gedung DPR/MPR, Kamis (16/08/2018).

"Kita mengharapkan agar ada kemitraan intensif antara MPR dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, untuk bersinergi mengawal pembinaan ideologi Pancasila kepada masyarakat, lembaga-lembaga pemerintah dan negara," lanjut Jokowi.

Baca juga:

Presiden Jokowi memuji MPR yang sudah bekerja melanjutkan kampanye serta menghidupkan ulang Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa dan negara, juga sumber hukum nasional. Sehingga, kata dia, BPIP juga harus membantu usaha MPR tersebut untuk mengawal ideologi

Selain itu, kata Jokowi, MPR selama setahun terakhir juga terus berusaha untuk berperan sebagai rumah aspirasi bersama, rumah kebangsaan, serta pengawal ideologi Pancasila dan kedaulatan rakyat. Karena itu pula menurutnya, tim ad hoc yang baru dibentuk tersebut akan memaksimalkan usaha MPR mengawal ideologi Pancasila.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.