Jelang Asian Games, Polisi Tangkap Ribuan Copet Jambret

"Intinya pengamanan saja dulu, saya minta semua dukungan karena ini acara yang menyangkut bangsa dan negara, bukan hanya pemerintah saja," tegas Kapolri Tito Karnavian.

Selasa, 07 Agus 2018 16:10 WIB

Ilustrasi: Creative Commons

KBR, Jakarta - Menjelang perhelatan Asian Games 2018, Polri tidak hanya memburu para terduga teroris demi keamanan. Kejahatan jalanan seperti jambret, dan copet juga menjadi incaran.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Tito Karnavian mengatakan Polri telah menangkap ribuan pelaku kejahatan jalanan dari berbagai daerah. Penangkapan itu dilakukan agar memberi rasa aman pada para pendatang yang akan hadir dalam perhelatan tersebut. 

"Kita juga melakukan Operasi Cipta Kondisi sudah sejak dua bulan lalu. Saya tahu di Polda Metro sudah menangkap lebih dari seribu pelaku. Kemudian Sumatera Selatan juga Lampung menangkap ratusan, dan di Jawa Barat juga menangkap lebih dari seribu pelaku kejahatan jalan. Ini mudah-mudahan dengan upaya-upaya kita ini keamanan bisa kita atasi Insya Allah," ujar Tito di Gedung PTIK, Jakarta, Selasa, (7/8/2018).

Tito mengatakan hingga saat ini ribuan pelaku kejahatan masih ditahan di rumah tahanan Polres, Polsek dan Polda masing-masing daerah.

Pemberian sanksi untuk para tahanan tersebut, kata Tito, akan disesuaikan dengan kapasitas Rutan dan kejahatan yang diperbuat.

Tito menambahkan tidak menutup kemungkinan hukuman pendek diberikan kemudian para pelaku diberi pembinaan oleh petugas. 

"Intinya pengamanan saja dulu. Saya minta dukungan semua pihak, karena ini acara yang menyangkut bangsa dan negara. Bukan hanya pemerintah saja, tapi menyangkut nama baik bangsa. Jadi paling tidak dengan penangkapan ini kejahatan jalanan tidak mengganggu kegiatan Asian Games. Amanlah," lanjut Tito.

Kapolri Tito Karnavian menambahkan saat ini fokus pengamanan memang kepada dua hal tersebut, terorisme dan kejahatan jalanan. Meski begitu, permasalahan lain seperti lalulintas juga tidak luput dari perhatian kepolisian.

Tito mengatakan ada usulan meliburkan sekolah sementara waktu juga dapat menjadi solusi penurunan kepadatan lalulintas, dan ancaman kejahatan bagi masyarakat.

Sebelumnya, Tito mengklaim, menjelang pelaksanaan Asian Games 2018, Kepolisian telah menangkap lebih dari 200 terduga teroris atau orang yang berafiliasi dengan organisasi terlarang.

Editor: Adia Pradana

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.