Ingin Menang? Ade Armando: Jubir Jokowi-Ma'ruf Harus Fokus Tiga Hal

Sosok Cawapres Ma'ruf Amin pun kini jadi sasaran "tembak" dari kubu lawan politik.

Selasa, 14 Agus 2018 13:32 WIB

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan keterangan pers didampingi para anggota Koalisi Indonesia Kerja untuk pemenangan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Pakar komunikasi dari Universitas Indonesia, Ade Armando mengatakan, jumlah juru bicara Capres dan Cawapres, Jokowi-Ma’ruf Amin yang begitu banyak, adalah hal biasa saja. Karena memang, para pendukung pasangan ini yang banyak tersebar dimana-mana.

Jumlah jubir yang banyak ini, kata Ade, supaya para pendukung tetap bisa saling terorganisir. Karena setiap informasi, sumbernya akan sama yaitu berasal dari satu sumber, untuk kemudian disebar ke banyak orang.

“Ya karena, barangkali memang yang harus ketemu sama rakyat, ya musti sebanyak itu. Begini, Pak Jokowi itu kan banyak pendukungnya yang terpencar-pencar, ada di komunitas mana, dan di komunitas mana lagi. Jadi tidak dalam satu kesatuan. Tidak terkonsolidasilah,” ujarnya ketika diwawancarai per telepon oleh KBR, Selasa (14/8).

Ade Armando juga mengatakan, minimal ada tiga hal krusial yang harus disuarakan oleh para jubir Jokowi - Ma’ruf Amin. Di antaranya, kontestasi melawan kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, seperti dalam kasus isu uang mahar politik.

At least ada tiga hal krusial yang harus disuarakan para jubir. Pertama, menyuarakan keberhasilan, menyuarakan pencapaian, misalnya Asian Games, ini contoh paling gampang. Kedua, menjawab tuduhan fitnah, hoaks dan serangan terhadap Jokowi. Dan ketiga, yang spesifik dalam kontestasi antara Jokowi melawan Prabowo,” tuturnya.   

Kalaupun di antara 108 jubir tadi ada sosok-sosok yang dinilai kontroversial oleh publik, seperti pengacara Farhat Abbas, Ade menyebut hal itu sebagai bentuk pendekatan tim Jokowi - Ma'ruf Amin yang merangkul banyak pihak. Termasuk, mereka yang selama ini berseberangan pilihan. 

“Jadi memang, pendekatan tim Jokowi itu rupanya merangkul kalangan-kalangan yang dianggap berseberangan selama mereka mau. Tidak dengan paksaan, enggak tahu apakah mereka dapat imbalan apa enggak. Tapi mereka itu dilibatkan agar menjadi juru bicara. Mungkin Pak Farhat Abbas bukan dari kubu sana, tapi kan berasal dari wilayah nonpolitik yang suaranya sering didengar walaupun kontroversial, lalu banyak dikutip oleh media. Dia bisa menjadi wakil dari kubu Jokowi,” jawabnya. 

Sementara itu, dari kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno diberitakan, masih membahas struktur tim pemenangan Pilpres 2019. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menjelaskan, tim ini terdiri dari steering committee, dewan pembina, dan tim sukses dari masing-masing partai pendukung.

Mulai Senin (13/08), Koalisi Indonesia Kerja (KIK) memberikan pembekalan dan workshop kepada para juru bicara (jubir) tim kampanye nasional untuk pemenangan Jokowi dan Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 mendatang.  Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, 108 orang jubir yang mengikuti pembekalan  mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari para artis, anggota DPR, hingga aktivis, dan jurnalis yang ikut menjadi caleg.
 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".