Festival Serayu Banyumas, dari Perahu Tambang Pasir Hias sampai Lomba Balap

"Kurang lebih jumlahnya ada 30 kayaknya. Ini keinginan sendiri, mau dihias sendiri. "

Senin, 13 Agus 2018 11:15 WIB

Balap perahu, salah satu ajang di Festival Serayu 2018 (Foto: KBR/Ridlo)

KBR, Banyumas– Sedikitnya 15 ribu pengunjung diklaim hadir dalam Festival Serayu 2018 yang dipusatkan di Bendung Gerak Serayu (BGS), Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu (11/8) dan Minggu (12/8) lalu.

Seorang pemilik perahu tambang pasir asal Tambaknegara Kecamatan Rawalo, Paidi alias Penjol mengatakan perahunya diikutkan karnaval perahu hias bersama dengan rekan penambang lainnya. Dalam karnaval ini, ia menghias perahunya dengan berbagai ornamen seni Banyumasan.

Terkait dengan upaya perubahan mata pencaharian dari penambang ke pariwisata, Paidi mengaku tak masalah. Sebab, selama ini perahunya kerap disewakan kepada para penambang dengan sistem bagi hasil. Dia juga berharap, perubahan mata pencaharian itu akan meningkatkan kesejahteraan penambang pasir.

Kendati begitu, sementara ini ia belum berencana mengubah pencahariannya sebagai penambang sekaligus menyewakan perahu.

“Perahu itu lah, perahu hias. Kurang lebih jumlahnya ada 30 kayaknya. Kurang lebih lho. Ini keinginan sendiri, mau dihias sendiri. Kalau saya cuma bawa perahunya saja,” kata Paidi, Minggu (12/8).

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Saptono mengatakan sedikitnya 15 ribu pengunjung menyaksikan ajang Festival Serayu 2018.

Kata dia, dalam acara ini, sebanyak 30 perahu pasir mengikuti karnaval perahu hias. Adapun balap perahu pasir diikuti oleh 25 perahu penambang Serayu.

Menurut Saptono, terjadi peningkatan pengunjung yang signifikan dibandingkan gelaran serupa pada 2017 lalu. Peningkatan ini diklaim karena kerjasama yang baik antara masyarakat, terutama pemuda aliran serayu yang kini menjadi panitia utama Festival Serayu, pemerintah dan pelaku usaha.

Saptono pun berharap, peningkatan pengunjung yang signifikan ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan perahu wisata masyarakat yang sudah mulai beroperasi di Sungai Serayu. Setelah ini, Pemkab berencana mengembangkan berbagai fasilitas untuk wisatawan yang mengunjungi tepian Serayu. Antara lain, parkir area, pusat kuliner dan jajanan.

“Yang terakhir dengan kegiatan ini, akan lebih menumbuhkan energi positif bagi kita semuanya. Bagi birokrasi, masyarakat dan dunia usaha untuk melestarikan serayu,” tutur Saptono. 

Editor: Fajar Aryanto

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.