Dipertan Cilacap Bakal Terjunkan 200 Petugas Pemantau Penyembelihan Hewan Kurban

Pada 2017 lalu, di Cilacap, ditemukan lebih dari 100 hewan kurban yang mengidap penyakit hati.

Jumat, 17 Agus 2018 10:06 WIB

Ilustrasi: KBR

KBR, Cilacap- Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bakal menerjunkan sedikitnya 200 petugas pemantau penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha pekan depan.

Kepala Bidang Peternakan Dipertan Cilacap, Daryono mengatakan, para petugas yang terdiri atas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan aparat desa/kelurahan itu disebar ke 24 kecamatan dan 284 desa/kelurahan di Cilacap. Mereka akan memantau penyembelihan hewan kurban, mulai jumlah hingga pantauan kesehatan hewan kurban.

Kata dia, petugas akan mengambil sampel hati dari hewan kurban yang terindikasi terkena cacing hati. Beberapa indikasi itu antara lain, kusut, mata berair, mata mengeluarkan kotoran, bulu kusam dan relatif kurus. Dia menjelaskan, berdasarkan pengalaman beberapa tahun lalu, hewan kurban yang terdindikasi terkena cacing hati masih banyak ditemukan di Cilacap.

"Pada saat penyembelihan hewan kurban, kami turunkan ke musala-musala. Kami punya sekitar 200 petugas, termasuk perangkat desa dan kelurahan. Kami bagi per-kecamatan. Kalau bisa per-desa atau kelurahan untuk PPL. Itu biasanya kena cacing. Cacing hati dan cacingan," jelas Daryono, Jumat, (17/08).

Daryono menjelaskan, pada 2017 lalu, di Cilacap ada 3.600 sapi dan 8.000 ekor kambing yang dipotong pada hari Raya Idul Adha. Dari jumlah itu, lebih dari 100 hewan kurban ditemukan mengidap penyakit cacing hati.

Dia menambahkan, pemantauan kesehatan hewan kurban di pasar dan pusat penjualan hewan kurban juga telah dimulai awal pekan ini. Hinhgga kini, menurutnya belum ditemukan indikasi penyakit berbahaya. Khusus cacing hati, lantaran sulitnya pemantauan secara visual, hanya bisa dipastikan saat uji sampel hati hewan kurban usai dipotong.

Selain menerjunkan petugas lapangan, Dipertan Cilacap secara bertahap sejak beberapa tahun yang lalu juga telah melatih pengurus masjid dan musala untuk mengenal berbagai penyakit berbahaya pada hewan. Pelatihan itu bersamaan dengan sosialisasi dan pelatihan penyembelihan hewan kurban secara halal dan baik yang rutin digelar tiap tahun.

Editor: Adia Puja Pradana  

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.