Delapan Kabupaten di Aceh Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

"Kami sampaikan jangan sampai mereka melakukan pembakaran hutan, karena hukumnya sangat berat. Beberapa orang atau perusahaan sudah dihukum, jadi Pemerintah tidak main-main."

Kamis, 16 Agus 2018 17:13 WIB

Ilustrasi: Antara

KBR, Aceh- Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat, delapan kabupaten di Provinsi Aceh rawan kebakaran hutan dan lahan. 

Kepala Pelaksanan BPBA, Teuku Ahmad Dadek mengungkapkan sebagian besar penyebab kebakaran tersebut akibat maraknya pembukaan lahan baru di area hutan.  Selain itu, masih banyak petani yang membakar sampah sembarangan. 

Padahal, menurut Ahmad Dadek, BPBA bersama aparat keamanan TNI/Polri serta unsur terkait sudah berusaha mencegah kebakaran hutan dengan mengimbau dan memberikan sanksi bagi pelaku yang tertangkap.

"Kami sampaikan jangan sampai mereka melakukan pembakaran hutan, karena hukumnya sangat berat. Beberapa orang atau perusahaan sudah dihukum, jadi Pemerintah tidak main-main," kata Ahmad Dadek kepada KBR, Kamis, (16/8/2018).

Meski begitu, Ahmad Dadek tidak menampik, BPBA kesulitan mencegah tindak pembakaran hutan. Sejauh ini, lembaganya hanya bisa terus berupaya mensosialisasikan agar tidak melakukan pembakaran hutan. 

Termutakhir, api melalap 105 hektare hutan di Aceh Besar dan perkebunan kopi di Kabupaten Bener Meriah pada pekan lalu. Kendati demikian, Ahmad Dadek melaporkan, dua kebakaran di daerah itu sudah padam oleh hujan deras.

Editor: Adia Puja Pradana

 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".