Berapa Durasi Tidur yang Ideal bagi Kesehatan?

Penelitian menunjukkan kurang atau justru kelebihan waktu tidur dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

Senin, 27 Agus 2018 22:46 WIB

Ilustrasi: gangguan tidur. (Foto: Pexels.com)

KBR, Jakarta - Sebuah penelitian menyimpulkan enam hingga delapan jam tidur menjadi durasi terbaik bagi kesehatan tubuh. Dengan rentang waktu itu, tubuh beroleh manfaat maksimal utamanya untuk kondisi kesehatan jantung. Di sisi lain penelitian itu menyebut, jam tidur yang kurang atau bahkan lebih dari durasi tadi, justru berdampak pada peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Penelitian yang dipresentasikan European Society of Cardiology Congress di Kota Munich ini menunjukkan, kurang dan kelebihan jam tidur harus dihidari demi kesehatan jantung yang optimal. Salah satu peneliti, Dr. Epameinondas Fountas dari pusat bedah jantung Onassis di Athens mengatakan, "temuan kami menunjukkan bahwa terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur dapat berdampak buruk bagi jantung".

"Lebih banyak penelitian diperlukan untuk menjelaskan dengan tepat alasannya. Tetapi kita tahu bahwa tidur memengaruhi proses biologis seperti metabolisme glukosa, tekanan darah, dan radang yang semuanya berdampak pada penyakit kardiovaskular," demikian dikutip dari The Guardian.

Hasil penelitian ini merupakan gabungan data yang diambil dari satu juta orang dewasa lebih dalam 11 penelitian yang kemudian dianalisis menjadi satu temuan penelitian. Dibandingkan orang dewasa yang tidur 6 hingga 8 jam pada malam hari, orang yang kurang tidur berpotensi 11% lebih besar mengalami sakit jantung dan stroke pada sembilan tahun ke depan. Sementara pada orang yang kelebihan jam tidur, risikonya lebih tinggi. Yakni, 33 persen.

Baca juga:

Masih dari sumber yang sama, Fountas menjelaskan mimpi yang aneh tidak berkaitan dengan kondisi kesehatan yang buruk. "Tetapi bukti yang terkumpul menunjukkan bahwa tidur malam yang kurang atau, tidur berlebihan yang harus dihindari," kata dia.

Sementara menurut Emily McGrath, seorang perawat senior spesialis jantung dari British Heart Foudation mengungkap hubungan erat antara kesehatan jantung dengan jam tidur. Menurutnya, ada benang merah antara kesehatan jantung dan peredaran darah dengan durasi tidur yang berlebihan atau justru kurang.

"Penelitian ini bisa tidak perlu dijadikan alarm bagi para orang-orang yang mengalami masalah gangguan tidur. Tapi jika Anda bermasalah dengan jam tidur Anda, maka sangat penting untuk konsultasi dengan dokter," saran Emily.

"Masalah tersebut bukan hanya menggangu kualitas hidup Anda, tetapi gangguan tidur juga berkontribusi terhadap kesehatan jantung di kehidupan Anda pada tahun-tahun mendatang," tambahnya dikutip dari The Guardian. (The Guardian)


Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.