Aksi Depan Istana, Petani Kendeng Tagih Komitmen Jokowi

"Kami paham, dengan kesibukan bapak presiden. Kalau kami mengirim banyak lampiran kertas mungkin tidak dibaca,"

Jumat, 03 Agus 2018 12:21 WIB

Aksi petani Kendeng, Jateng di depan istana, Kamis (02/08). (Foto: KBR/Rio T.)

KBR, Jakarta- Petani Kendeng menagih komitmen Presiden Joko Widodo untuk menghentikan operasi pabrik semen di  Jawa Tengah. Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Gunretno menyatakan Jokowi harus mengikuti hasil rekomendari Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Dia meminta kepala negara menjaga kelestarian lingkungan di kampungnya. Harapan itu ditulis lewat surat yang diawali dengan tembang bahasa Jawa untuk Jokowi.
 
"Kami paham, dengan kesibukan bapak presiden. Kalau kami mengirim banyak lampiran kertas mungkin tidak dibaca," jelasnya kepada wartawan di sela-sela aksi di depan istana, Kamis (02/08).
 
"Tapi ini ada dua pangkur yang bisa dibaca, dan hanya satu kata yang nanti kita kirimkan ke pak presiden," tambahnya.
 
Aksi warga Kendeng diawali  dengan  brokohan, yaitu membuat nas tumpeng untuk dimakan bersama. Mereka juga membawa padi, singkong, jagung, pisang, dan labu, yang dibawa langsung dari Kendeng. Menurut Gunretno, ini adalah bukti Kendeng itu subur dan bukan untuk kawasan tambang.

"Makanan ini juga menjadi tanda syukur dan doa supaya presiden Jokowi segera menghentikan operasi pabrik semen," tukasnya.
 
Pada aksi ini, warga petani juga akan menggelar pentas seni kecil yang secara simbolis mengajak warga menjaga kelestarian bumi.

Editor: Rony Sitanggang

   

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.