"Mahar" Sandi Berbuah Laporan Polisi

"Saya bersedia untuk menyediakan sebagian biaya kampanye dan ada bantuan kepada tim pemenangan dan ada bantuan kepada tim pengusung.”

Selasa, 14 Agus 2018 08:28 WIB

Calon wakil presiden Pilpres 2019 Sandiaga Uno (kanan) tiba untuk menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Berawal dari cuitan twitter Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief, yang menuding uang Sandiaga Uno menggerojoki dua partai politik, PAN dan PKS, kehebohan meruyak.  Jumlahnya  luar biasa, masing-masing Rp 500 miliar.

Sehari setelah Prabowo dan Sandi mendaftarkan diri ke KPU,  Andi berkicau kembali. Dia menulis  informasi mahar itu dia peroleh dari pertemuan petinggi Demokrat dengan petinggi Gerindra pada Rabu 8 Agustus pukul 16:00 wib.

Cuitan disampaikan lantaran kedua partai  membantah, bahkan menyebut Andi Arief, menyebar berita bohong dan akan menghadapi gugatan hukum.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan misalnya. Kepada wartawan termasuk reporter KBR, menganggap cuitan twitter Andi Arief, hanyalah sampah.

"Itu enggak perlu dibahas karena sesuatu yang tidak ada. Enggak usah dibahas lah, boleh dikatakan sampah dan hoaks mending ngomong Capres sajalah," kata Zulkifli di depan rumah Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (08/08/18).

Baca:

- Mahar Sulit Diungkap

Bantahan senada disampaikan Ketua DPP PAN, Yandri Susanto. Malah bukan cuma membantah, Yandri juga minta Andi Arief mencabut pernyataannya. Sekaligus, mengklarifikasi dan meminta maaf kepada PAN. Kalau tidak mau dilakukan, PAN mengancam, siap memproses Andi Arief secara hukum.

"Pernyataan Andi Arief itu bagi PAN sesuatu yang tidak benar,  fitnah, oleh sebab itu PAN meminta kepada saudara Andi Arief untuk mencabut pernyataan itu, dan mengklarifikasi secara terbuka dan minta maaf kepada PAN. Jika tidak dilakukan,  maka PAN akan menempuh jalur hukum dan kami yakin pernyataan Andi Arief itu pernyataan pribadi bukan pernyataan Demokrat," ujar Yandri,  di acara Rakernas PAN,  Kamis (09/08/2018).

Bukan cuma PAN yang kebakaran jenggot. PKS juga sama saja. Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muda bidang Ekonomi, Muhammad Kholid sempat mengatakan, partainya akan ber-tabayun, dan menuntut permintaan maaf dari Andi Arief. PKS juga mengancam, akan melaporkan Andi Arief, karena sudah menyebarkan fitnah.

Sementara itu, dari internal Partai Gerindra muncul bantahan yang tidak kalah sengit. Muhammad Taufik, Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta mengatakan, tuduhan Andi Arief soal mahar politik, jelas salah. Alasannya, Gerindra adalah partai politik yang kuat secara keuangan, berkat iuran anggota dan kadernya.

"Gerindra partai kuat, 80 juta lho anggotanya, iuran. Begitu di WA yang dari Papua langsung datang ke Jakarta. Saya kira enggak benarlah itu Andi Arief," kata Muhamad Taufik.

Menanggapi tudingan itu,  Sandiaga Uno sendiri, yang kemudian seperti membenarkan cuitan twitter Andi Arief.

Pada 2 hari setelah didaftarkan oleh partai pengusung sebagai Calon Wakil Presiden,  Sandiaga Uno membantah adanya mahar, untuk pencalonannya sebagai wakil presiden. Sandi hanya mengakui menyiapkan dana  untuk tim pemenangan, dan partai pengusung.

“Terbuka aja saya bilang ini ada biayanya kampanye, bagaimana penyediaannya, saya bersedia untuk menyediakan sebagian biaya kampanye dan ada bantuan kepada tim pemenangan dan ada bantuan kepada partai yang mengusung.” Ujar Sandi di Ancol, Jakarta Utara, Minggu (12/08).

Pernyataan Andi lantas  membuat Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja, berencana memanggil Sandiaga Uno. Tujuannya, untuk memastikan, apakah Calon Wakil Presiden dari kubu Prabowo Subianto ini, melakukan pelanggaran aturan Pemilu, atau tidak.

Kata Rahmat Bagja, dalam waktu dekat, Bawaslu akan memanggil pihak-pihak yang diduga tahu, soal aliran uang dari Sandiaga Uno.

"Kita akan cari dasar kita untuk memanggil. Kalau ada laporan enak. Kalau tidak ada laporan kita harus melakukan temuan-temuan kan. Temuan itu yang tidak kita dapat, bahwa pemberian mahar itu dilarang, akan tetapi tidak ada sanksi pidananya," terang Rahmat kepada KBR melalui sambungan telefon, Minggu (12/8/18).

Bola bergulir,  Masyarakan Peduli Pemilu Bersih dan Pemuda Indonesia Bersih, melaporkan Sandiaga Uno atas  dugaan mahar politik. Koordinatornya Lisman Hasibuan   meminta  kepolisian mengusut.

"Bisa masuk tindak pidana korupsi. Kenapa KPK diam? Harusnya bertindak cepat sesuai dengan perkembangan informasi yang ada di publik. Jadi kita minta polisilah harapan kita," ujar Lisman, di Polda Metro Jaya, Senin (13/08/2018).

Namun ketika ditanya terkait bukti apa saja yang dibawa oleh mereka, Lisman hanya menyebut bahwa cuitan Andi Arief di akun twitter pribadinya, merupakan salah satu bukti yang mereka serahkan kepada kepolisian.

"Bukti sudah kami siapkan, lengkap nanti kita lihat permintaan kepolisian lalu kita konsultasikan kembali.  (Buktinya?) Salah satu ya twit Andi Arief, dia sudah komentarkan bahwa ada 500 miliar yang masuk salah satu partai," ujar Lisman.

Melalui media sosial Twitter, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief kembali berkicau.

“Saya berniat baik, mencegah Pak Prabowo mengambil langkah salah. Jika ini saya teruskan ke ranah hukum, Sandi Uno bisa terindikasi suap karena masih menjabat wagub dan Pimpinan PAN-PKS bisa terlibat. Ini sudah jadi pengetahuan publik.”


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.