Terdakwa Penodaan Agama di Medan Divonis 28 Bulan Penjara

Meski begitu hakim menganggap sikap Anthony yang mengakui dan menyesali perbuatannya itu telah meringankan dakwaan terhadapnya.

Selasa, 15 Agus 2017 16:54 WIB

Anthony Ricardo Hutapea mendengarkan vonis hakim sidang dugaan penodaan agama di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Selasa (15/8/2017). (Foto: KBR/Anugrah Ardiansyah)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Medan - Pengadilan Negeri (PN) Medan Sumatera Utara memvonis Anthony Ricardo Hutapea denga hukuman dua tahun empat bulan karena dianggap terbukti bersalah menistakan agama.

Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik mengatakan perbuatan Anthony itu tidak terpuji dan berpotensi menimbulkan konflik. Meski begitu hakim menganggap sikap Anthony yang mengakui dan menyesali perbuatannya itu telah meringankan dakwaan terhadapnya.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana penodaan terhadap salah satu agama yang ada di Indonesia. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa 2 tahun dan 4 bulan penjara. Menetapkan terdakwa untuk ditahan dan dipotong masa penahanan terdakwa," kata Ketua Majelis Hakim, Erintuah Damanik di Medan, Selasa (15/8/2017).

Setelah membacakan vonis tersebut, Erintuah memberikan kesempatan terhadap terdakwa untuk berkonsultasi apakah melakukan banding atau tidak atas putusan yang diberikan majelis hakim.

"Banding yang mulia," kata Anthony.

Jaksa penuntut umum sebelumnya meminta hakim memvonis Anthony dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Dalam dakwaan, jaksa Sindu Hutomo menyebut Anthony telah menghina Nabi Muhammad SAW melalui akun di jejaring sosial, Facebook, pada Februari 2017.

Jaksa menyebut terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Dalam dakwaan jaksa, disebutkan pada saat kejadian Anthony Hutapea menggunakan telepon pintarnya untuk mengakses media sosial Facebook. Ia kemudian memantau grup Facebook Debat Islam Kristen serta membaca komentar-komentar dari pengguna akun Facebook lain.

Menurut Jaksa, Anthony tersinggung dengan komentar dari salah satu pemilik akun Facebok, sehingga ia memposting kata-kata yang dianggap menghina umat Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Baca:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.