Terdakwa Kekerasan Jurnalis Rembang Dihukum Ringan, Jaksa Banding

Kejaksaan Negeri Rembang bakal mengajukan banding, karena kecewa dengan putusan majelis hakim. Putusan hakim lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yaitu tujuh bulan penjara.

Senin, 07 Agus 2017 21:58 WIB

Ilustrasi. (Foto: humas.polri.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Rembang - Jaksa penuntut umum yang menangani kasus kekerasan terhadap wartawan di Kabupaten Rembang memutuskan mengajukan gugatan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Tengah.

Banding dilakukan setelah Pengadilan Negeri Rembang memvonis Suyono (30 tahun) terdakwa kekerasan terhadap jurnalis dengan hukuman tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan.

Suyono merupakan pekerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke yang didakwa menghalangi kerja wartawan meliput korban kecelakaan kerja PLTU Sluke di Rumah Sakit Dr R Soetrasno Rembang.

Jaksa dari Kejaksaan Negeri Rembang, Muhammad Salahuddin mengatakan bakal mengajukan banding, karena kecewa dengan putusan majelis hakim. Putusan hakim lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yaitu tujuh bulan penjara.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang, Djamal A Garhan mendukung langkah jaksa mengajukan banding.

"Rekan–rekan wartawan di Jawa Tengah siap mengawal proses banding di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah. Kami berharap hakim mengedepankan Undang–Undang Pers, supaya kasus kekerasan yang dialami wartawan, tidak terulang lagi pada masa mendatang," ujar Djamal, Senin (7/8/2017).

Penasehat hukum Suryono, Darmawan Budiharto mengatakan saat sidang terakhir, pihaknya menyatakan pikir–pikir. Namun setelah berkomunikasi dengan kliennya, ia menerima putusan Majelis Hakim.

"Kami berpendapat hukuman tersebut sudah sebanding dengan kesalahan Suryono. Kalau jaksa banding, tinggal mengikuti saja alurnya," kata Darmawan.

Peristiwa itu bermula ketika empat orang pekerja PLTU Sluke, Rembang mengalami kecelakaan kerja pada 18 Agustus 2016. Para korban dilarikan ke Rumah Sakit Dr R Soetrasno, Rembang. Saat itu, sejumlah wartawan berusaha meliput korban. Namun, kalangan wartawan menyebut ada sejumlah orang yang berusaha menghalangi kegiatan wartawan. Bahkan ada wartawan mengaku ada orang mengintimidasi, bahkan merampas telepon selular wartawan untuk menghapus foto yang diambil di rumah sakit itu.

Suryono berkali-kali menyatakan tidak berniat menghalangi kerja jurnalis.

"Saya hanya ingin mengamankan rekan kami yang menjadi korban kecelakaan kerja, supaya segera ditangani secara intensif ke rumah sakit," kata Suryono, saat sidang 17 Mei 2017.
 
Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.