Tanpa Banyak Tanya, KPK Sita Dokumen APBD 2015 dari Balai Kota Malang

"APBD 2015, buku APBD diminta. Hanya itu. Jadi terkait kasus apa saya tidak tahu. Itu kan tidak ada pertanyaan dan tidak ada jawab menjawab," kata Sekda Kota Malang, Wasto.

Rabu, 09 Agus 2017 23:52 WIB

Petugas KPK menggeledah ruang kerja Wali Kota Malang di Malang, Jawa Timur, Rabu (9/8/2017). (Foto: ANTARA/Prabowo)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Malang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Balai Kota Malang, Jawa Timur dan menyita dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015.

Tim penyidik KPK tiba sekitar pukul 09.00 dan selesai menggeledah sekitar pukul 18.14 dengan menyita berbagai dokumen. Wali Kota Malang, M Anton mengatakan sepanjang hari berada di dalam ruangannya, dan tidak ada proses pemeriksaan atau pengajuan pertanyaan oleh penyidik.

"Tidak ada pemeriksaan, hanya pengambilan data saja untuk kelengkapan. Pokoknya penyidik menunjukkan suratnya bahwa sedang melakukan pemetaan data untuk kelengkapan," kata Anton usai penggeledahan di Malang, Rabu (9/8/2017).

Anton mengatakan ruangannya hanya dipakai tim penyidik untuk mengumpulkan dan menyusun data–data itu. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto yang mengantar tim penyidik menuju ruangan yang hendak digeledah.

"Yang mendampingi Sekda ke ruangan itu, apa saja yang diambil saya tidak tahu. Yang diperiksa ruang wali kota, wakil wali kota, Sekda dan asisten I, II dan III," ujar Anton.

Baca juga:

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto mengatakan, tim penyidik KPK mengambil dokumen APBD 2015 dan beberapa dokumen lainnya dari beberapa ruangan di Balai Kota.

"APBD 2015, buku APBD diminta. Hanya itu. Jadi terkait kasus apa saya tidak tahu. Itu kan tidak ada pertanyaan dan tidak ada jawab menjawab. Saya tidak tahu siapa tersangka dan siapa terlibat. Saya menyaksikan pada waktu pencarian dokumen," kata Wasto.

Wasto mengaku pernah dipanggil KPK pada 2016 silam untuk dimintai keterangan terkait mekanisme penyusunan APBD 2015. Saat itu Wasto masih menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang.

"Saya pernah dipanggil. Kalau saya ya menjelaskan proses APBD sesuai fungsi Bappeda, hanya itu," ucap Wasto.

KPK menggeledah Balai Kota Malang mulai pukul 09.00 sampai pukul 18.45. Enam orang penyidik menggeledah ruangan Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah (Sekda) dan Asisten Pemkot Malang yang ada di lingkungan Balai Kota Malang.

Selain itu, kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang di Jalan Bingkil serta kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu turut disegel.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

MKD Mulai Bahas Penggantian Novanto Sebagai Ketua DPR

  • Polisi Kedepankan Masalah Korupsi Dibanding Laporan SPDP Terhadap KPK
  • Dijagokan Jadi Ketum Golkar, Ini Kata Airlangga
  • Lahan Disegel, Warga Pulau Pari Berencana Gelar Aksi di Depan Istana

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau