SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

"Kami mungkin berbeda-beda secara politik, tapi setelah tujuan dan ideologi negara kami satu."

Jumat, 18 Agus 2017 10:59 WIB

KBR, Jakarta- Wakil Presiden  Jusuf Kalla, menilai kehadiran bwkas Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono dan   Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka dapat menenangkan suasana politik tanah air. Ia mengatakan, meskipun keduanya berbeda pandangan politik tapi dapat bersatu demi merayakan hari ulang tahun Republik Indonesia ke-72.

"Tentu ini kan bicara persatuan dan kesatuan. Kami mungkin berbeda-beda secara politik, tapi setelah tujuan dan ideologi negara kami satu. Politik itu selalu ada perbedaan-perbedaan cara tapi tujuan tidak," kata Jusuf Kalla di Komplek Parlemen RI, Jumat (18/07/17).

JK mengatakan, tidak ada pembahasan serius mengenai Pemerintahan saat seluruh Presiden RI dan berbagai tokoh berkumpul di Istana kemarin. Pertemuan sangat cair karena berisi obrolan-obrolan santai.

"Itu biasa saja, hanya ramah tamah, tidak membicarakan subtansi," kata Dia.

Hal senada juga disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Zulkifli Hasan. Ia mengatakan, meskipun berbeda pandangan politik tapi demi NKRI, SBY dan Megawati dapat bersatu.

Menurutnya, kehadiran tokoh-tokoh bangsa ini di Istana Merdeka memberikan sinyal positif.

"Kan bagus. Apa yang jadi masalah? Alhamdulillah," kata Zul.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.