PPATK Temukan Sisa Dana 7 miliar dari First Travel

"Jadi ada sisa dana dari rek First Travel, kita sudah menutup 50 rekening "

Selasa, 29 Agus 2017 14:06 WIB

Sejumlah korban First Travel mengisi formulir di Posko Pengaduan Korban PT First Travel di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (22/8). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sisa dana sebesar 7 miliar dari perusahaan penyedia jasa travel dan umrah First Travel. Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan, jumlah itu berdasarkan hasil penelusuran dari 50 rekening yang sudah dibekukan PPATK dari First Travel.

"Nanti ditanyakan lagi ke Bareskrim. Kita sudah sampaikan supaya tidak simpang siur. Jadi ada sisa dana dari rek First Travel, kita sudah menutup 50 rekening yang di dalamnya terdapat dana 7 miliar," katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (29/08/17).

Badaruddin juga membenarkan adanya aliran dana yang digunakan First Travel untuk membeli saham sebesar 40 persen sebuah restoran di London, Inggris. Namun PPATK masih menelusuri lagi, apakah ada sisa dana dari pembelian aset rumah makan tersebut.

"Ya ada transaksi untuk itu (pembelian resto). Tapi nanti dicek lagi masih ada sisa dana atau tidak," jelasnya.

Badaruddin menambahkan, PPATK melihat sejak 2011 hingga 2017 banyak transaksi yang sudah dilakukan. Dari uang jamaah, kata dia, memang banyak juga yang telah dikeluarkan untuk keperluan memberangkatkan peserta umrah. Namun PPATK juga mengendus adanya dana yang digunakan untuk pribadi.

"Aliran dananya ada yang buka rekening, ada beli tiket, nyewa hotel, berangkat jamaah. Operasional ada, untuk pribadi juga ada," kata dia.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

KPK Bantah ada Intervensi dari Karyawan

  • Praperadilan Setnov, Saksi Nilai KPK Terburu-buru
  • Jokowi: Ideologi Terorisme dan Radikalisme Berupaya Ganti Pancasila
  • Awas Gunung Agung, Presiden Perintahkan Warga Patuh