Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kerusuhan di Freeport

"Jadi ini perbuatan tindakan kriminal murni, merusak barang, menjarah barang terus menganiaya orang, ini pidana murni. Jadi tolong dipertanggungjawabkan perbuatannya."

Minggu, 20 Agus 2017 19:44 WIB

Polisi daerah dibantu Satpol PP membersihkan 20 pos pekerja yang dirumahkan. Pos ini didirikan sejak 5 bulan lalu. (Foto: KBR/ Katarina Lita)

KBR, Jayapura - Kepolisian menetapkan tiga tersangka dalam aksi mogok karyawan PT Freeport Indonesia yang berujung ricuh. Kerusuhan pada Sabtu (19/8) kemarin menurut polisi mengakibatkan sejumlah fasilitas perusahaan, rusak.

Kapolres Mimika Victor Mackbon mengatakan, status tersangka ditetapkan lantaranya ketiga orang itu diduga menjadi provokator kerusuhan. Sebelumnya, polisi menangkap 14 peserta aksi. Pemeriksaan kata Victor masih dilakukan untuk mencari dalang kerusuhan dalam demonstrasi yang melibatkan ribuan pekerja.

"Tindakan anarkis sudah dilakukan, tindakan kriminal sudah dilakukan. Jadi ini perbuatan tindakan kriminal murni, merusak barang, menjarah barang terus menganiaya orang, ini pidana murni. Jadi tolong dipertanggungjawabkan perbuatannya," kata Mackbon di Jayapura, Minggu (20/8/2017).

Polisi bakal menggunakan pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur sanksi bagi pelaku kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum.

Demonstrasi 1000an pekerja di areal operasional PT Freeport Indonesia tersebut menuntut perusahaan tambang asal Amerika itu memperjelas kebijakan merumahkan karyawan. Pekerja menganggap keputusan itu tak transparan.

Menurut polisi, dalam insiden rusuh itu pekerja membakar dua bus, kontainer milik perusahaan dan sejumlah mobil serta merusak juga membakar motor para pekerja yang diparkir di cek point 28 Mimika.

Pasca kejadian tersebut, polisi membongkar 20 pos pekerja di sepanjang Jalan Pendidikan dan Jalan Budi Utomo, Timika.



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Film G30S PKI Menuai Kritik, Wiranto: Tidak Mungkin Kita Mengubah Fakta Sejarah

  • Pemkab Karang Asem Bakal Minimalkan Lokasi Pengungsian
  • AS Larang Warganya ke Venezuela, Chad, dan Korea Utara
  • Australia Akan Punya Industri Antariksa