Polisi Temukan 40 Transaksi Mencurigakan First Travel, Diduga Pencucian Uang

"Ada atas nama perusahaan ada yang perorangan. Ya moga-moga saja ada isinya. Tadi aset bergerak dan tidak bergerak masih didalami semuanya."

Senin, 21 Agus 2017 18:26 WIB

Sejumlah korban kasus penipuan dana umrah First Travel melakukan audiensi dengan anggota DPR di Jakarta, Jumat (18/8/2017). (Foto: ANTARA/Reno Esnir)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Tim penyidik Mabes Polri mencatat ada 40 transaksi mencurigakan yang dilakukan perusahaan First Travel, dimana transaksi itu diduga terkait pencucian uang oleh pemilik First Travel.

Juru bicara Mabes Polri, Setyo Wasisto mengatakan penyidik sudah bekerjasama dengan PPATK untuk menyelidiki aliran dana mencurigakan itu. Setyo mengatakan dari penyelidikan sementara, ada 40 transaksi yang diberikan oleh First Travel kepada pihak lain baik perorangan maupun perusahaan.

"Ada 40 rekening, dan 40 buku tabungan ini sedang diperiksa PPATK. Ada atas nama perusahaan ada yang perorangan. Ya moga-moga saja ada isinya. Tadi aset bergerak dan tidak bergerak masih didalami semuanya," kata Setyo Wasisto kepada KBR, Senin (21/8/2017)

Dua pemilik perusahaan perjalanan umrah, PT First Travel, menjadi tersangka karena diduga menipu calon jamaah umrah. Bareskrim Mabes Polri memperkirakan ada 35 ribu jemaah yang dirugikan dengan total kerugian mencapai Rp500 miliar.
 
Setyo menambahkan, aparat juga masih mengendus kemungkinan adanya aliran dana yang disimpan di luar negeri oleh First Travel.

"Itu kami cek juga, apa sudah ada yang masuk ke luar negeri atau belum. Yang jelas teman-temen di Direktorat Kriminal Umum sedang berusaha keras melacak itu," kata Setyo.

Mabes Polri juga membuka kemungkinan adanya tersangka baru dalam perkara penipuan First Travel.

"Sementara masih tiga orang tersangka, tapi bisa berkembang. Dan menurut saya bisa aja tersangka bertambah, karena sekarang masih dalam penyidikan," kata Setyo.

Hingga saat ini, lanjut Setyo, jumlah korban First Travel terus bertambah. Mabes Polri mencatat ada 72 ribu yang telah mendaftar ikut program umrah First Travel. Jumlah itu belum termasuk yang melapor di posko Bareskrim.

"Nanti setelah rampung kita cocokan lagi, karena yang di posko juga sudah ada yang terdata dan ada yg belum. Sementara yang tercatat ada 72 ribu orang mendaftar ke First Travel. Dari jumlah itu baru 14 ribu orang yang diberangkatkan, jadi belum ada setengahnya," tandas Setyo.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.