Panggil Menteri, Jokowi Evaluasi Penerimaan Negara Non-Pajak

"Harus mempertimbangkan aspek daya beli masyarakat dari sisi efisiensi dari BLU nya sendiri dan juga dari kemampuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik."

Kamis, 31 Agus 2017 09:51 WIB

Ilustrasi: Taruna Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), sekolah kedinasan milik Kemenhub. (Sumber: STPI Curug)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengevaluasi capaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dengan sejumlah menteri Selasa (30/8/2017) di Istana Merdeka, Jakarta. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, salah satu yang  disoroti Presiden adalah penerimaan di Badan Layanan Umum sektor pendidikan dan kesehatan.

Kata dia, Jokowi meminta penetapan tarif di BLU mempertimbangkan juga daya beli masyarakat. Kepala negara menekankan dijaganya keseimbangan antara kebutuhan penerimaan dengan kualitas layanan kepada masyarakat.

"Jangan membenani masyarakat dan oleh karena itu penetapan tarif para instansi kementerian/lembaga yang menetapkan penerimaan tarif dari PNBP harus dilakukan secara hati-hati, harus mempertimbangkan aspek daya beli masyarakat dari sisi efisiensi dari BLU nya sendiri dan juga dari kemampuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik itu yang paling penting," kata Sri Mulyani di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji segera mengevaluasi layanan di sekolah kedinasan yakni Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP). Tahun ini, ia berencana memberikan beasiswa kepada siswa yang tidak mampu. Sementara, tahun depan, ia bakal memberi alokasi khusus 20-30 persen kursi di BPSDMP kepada warga yang tidak mampu.

"Tahap pertama, mana orang yang tidak mampu akan kita kasih beasiswa. Tapi yang akan datang, memang kita akan memberikan jatah bagi orang yang tidak mampu melalui penerimaan tertentu," ujar Budi Karya.

Sementara, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar melaporkan PNBP mineral dan batu bara telah mencapai 60 persen dari target. Ia optimistis target Rp 104 triliun dapat tercapai akhir tahun.

"Tahun lalu, target PNBP kita sekitar 79 triliun. Tahun ini 104 triliun dan kita sudah 60 persen dari target. Insya allah semoga akhir tahun kita bisa mencapai target 104 triliun," tutur Arcandra


Sejumlah upaya menggenjot penerimaan di antaranya menaikkan produksi (lifting) minyak Dalam waktu dekat, ESDM segera memanggil para kontraktor kontrak kerja sama (K3S) untuk membahas solusi peningkatan produksi.

"Kita gunakan teknologi-teknologi yang dalam waktu cepat bisa menaikkan produksi. Itu sedang kita usahakan memanggil semua KKKS dengan mengumpulkan mereka di SKK," kata dia.   


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1