Luhut Siapkan 22 Ribu Hektare Sentra Produksi Garam

"Kualitas garamnya mungkin 80%. Harusnya kan 94-97%. Nah sekarang BPPT sudah siapkan itu,"

Selasa, 15 Agus 2017 08:30 WIB

Ilustrasi: Panen garam. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Pemerintah menyiapkan sentra produksi garam terpadu seluas 22 ribu hektare yang tersebar di beberapa daerah. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, sentra produksi garam tersebut diharapkan bisa mencukupi kebutuhan secara Nasional. Sehingga Indonesia tak perlu lagi mengimpor garam baik untuk konsumsi maupun produksi.

"Garam tadi kita sudah rapat, jadi terpadu semuanya terintegrasi. Semua Kementerian terkait sudah hadir. Nah kita sudah menginventarisasi kita punya tanah 22 ribu hektare yang bisa dibuat garam. Garam itu sudah sebagian dibuat, tapi tidak pakai teknologi yang bagus," kata Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (14/08/17).

Luhut mengatakan, sentra produksi garam terpadu itu tersebar di Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, Madura dan Jeneponto. Lahan seluas 22 ribu hektare tersebut terdiri dari lahan yang sudah ada dan lahan yang potensial untuk produksi garam. Namun lahan yang sudah ada tidak diproduksi dengan teknologi yang baik.

"Kualitas garamnya mungkin 80%. Harusnya kan 94-97%. Nah sekarang BPPT sudah siapkan itu," kata Dia.

Luhut telah meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta PT Garam untuk menyusun rencana kerja dalam membangun sentra produksi garam terpadu. Konsep tersebut dimulai dari kapan program itu bisa beroperasi, berapa biaya produksi garam yang dibutuhkan, perkiraan kapan Indonesia bisa berhenti impor garam dan lain-lain.

"Paling penting petani tidak boleh dirugikan," kata Dia.

Selain membangun sentra produksi garam terpadu, kata Luhut, Pemerintah juga berencana menghilangkan kategori garam industri dan garam konsumsi. Ia memastikan, kewenangan produksi garam secara Nasional tidak hanya oleh PT Garam.

"Swasta juga. Kita ini kalau dapat air yang bagus dengan cara yang bagus, kita juga bisa bikin 97% itu. Tidak ada masalah," ujarnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Film G30S PKI Menuai Kritik, Wiranto: Tidak Mungkin Kita Mengubah Fakta Sejarah

  • Pemkab Karang Asem Bakal Minimalkan Lokasi Pengungsian
  • AS Larang Warganya ke Venezuela, Chad, dan Korea Utara
  • Australia Akan Punya Industri Antariksa