Kontras: Jokowi Masih Abu-abu soal Novel Baswedan

Pascapertemuan di Istana akhir bulan lalu, Tito juga tak banyak bicara lagi soal kasus Novel. Menurut LSM Kontras, hal ini membuat publik kembali mempertanyakan keseriusan Polri mengusut kasus itu.

Rabu, 09 Agus 2017 15:05 WIB

Peserta Sekolah Anti Korupsi (Sakti) ICW menggelar aksi 120 hari peristiwa teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan di depan gedung KPK Jakarta, Rabu (9/8/2017). Mereka mendesak Presiden Joko Widodo agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF

KBR, Jakarta - LSM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Kapolri Tito Karnavian pada 31 Juli 2017 lalu tidak ada hasilnya bagi penyelidikan kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Wakil Koordinator Kontras, Puri Kencana Putri mengatakan sejak pertemuan yang digelar lebih dari sepekan lalu, hingga kini belum ada perkembangan positif dari Polri dalam memburu pelaku penyerangan Novel. Apalagi polisi juga tidak transparan mengenai rencana pemeriksaan Novel Baswedan di Singapura.

"Harus terbuka dan transparan. Novel harus punya hak membela diri, didampingi kuasa hukumnya, jadi tidak intimidatif. Plannya apa dari Kapolri. What's next? Langkah berikutnya apa? Setelah dari Singapura nanti, apa yang bisa dipertanggungjawabkan?" ujar Puri di kantor Kontras, Rabu(9/8).

Puri Kencana Putri juga meminta Pori transparan soal langkah-langkah penyelidikannya, terutama pasca memeriksa Novel di Singapura nanti. Kontras juga menekankan pemeriksaan terhadap Novel harus didampingi oleh kuasa hukum.

Puri menyesalkan hingga saat ini Jokowi belum pernah memberikan pernyataan tegas atas kasus Novel. Pernyataan yang dikeluarkan Jokowi terkait Novel selama ini masih dianggap abu-abu.

Selain itu, pascapertemuan di Istana akhir bulan lalu, Tito juga tak banyak bicara lagi soal kasus Novel. Menurut Puri, hal ini membuat publik kembali mempertanyakan keseriusan Polri.

Hingga saat ini teror terhadap Novel Baswedan sudah berlangsung selama 119 hari tanpa ada satu pun orang tersangka. Serangan teror itu menyebabkan mata kiri Novel rusak dan terancam buta.

Baca juga:

 
Editor: Agus Luqman
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.