Kiki Hasibuan, Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka

Selain menetapkan tersangka baru, polisi juga sudah menggeledah dan menemukan puluhan buku tabungan yang masih diselidiki, perihal berapa uang mengendap dan kemana aliran dana mengalir.

Jumat, 18 Agus 2017 16:48 WIB

Warga menunggu pengembalian dana atau refund di kantor First Travel, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menutup program umroh promo dari First Travel karena harganya tidak wajar. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

KBR, Jakarta - Jumlah tersangka perkara penipuan oleh perusahaan First Travel bertambah menjadi tiga orang. Polisi menetapkan satu orang tersangka lagi, yaitu SNH alias K.

Polisi menyebut SNH ini merupakan adik kandung dari Anniesa Hasibuan, pemilik First Travel yang sudah lebih dulu jadi tersangka. Inisial SNH alias K itu mengarah ke Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasiban.

Juru bicara Mabes Polri, Setyo Wasisto mengatakan penetapan Kiki sebagai tersangka karena K dianggap ikut menikmati hasil penipuan tersebut.

"Kemarin sudah ditetapkan satu tersangka lagi, atas nama inisialnya K. Adiknya AH. Jadi KH ini dia terkait dengan kasus ini, karena dia tahu dan ikut melakukan," kata Setyo, Jumat (18/8/2017).

Selain menetapkan tersangka baru, polisi juga sudah menggeledah dan menemukan puluhan buku tabungan yang masih diselidiki, perihal berapa uang mengendap dan kemana aliran dana mengalir.

Setyo juga mengatakan dalam penggeledahan itu petugas menemukan beberapa buah airsoft gun yang belum jelas dipergunakan untuk apa.

"Kemarin sudah ditemukan beberapa, bahkan puluhan buku tabungan. Itu sedang dicek. Tidak bisa cepat, karena satu persatu harus diperiksa. Kita akan lihat sejauh mana aset yang masih ada. Kalau aset yang tidak bergerak kan sudah, rumah dan aset bergerak mobil yang kita sita. Mengenai airsoft gun itu, kami akan lihat karena airsoft gun itu ada aturannya tersendiri. Jadi sekarang airsoft gun sudah diberlakukan dia harus melapor, kalau dia mengikuti Perbakin, harus didaftarkan senjatanya dan harus anggota. Ini masih kita selidiki," kata Setyo Wasisto.

Setyo menambahkan untuk melayani para korban penipuan First Travel, Polri sudah membuka posko laporan sejak beberapa hari lalu. Posko pengaduan akan dievaluasi setiap minggu untuk mengklarifikasi laporan korban dan langkah penyelesaiannya.

Kepolisian juga masih mencari kemungkinan tersangka baru dengan penelusuran aliran dana masuk melalui buku tabungan yang sudah disita.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Polisi Buru Penyebar Hoaks Gunung Agung Meletus

  • Frekwensi Kegempaan Gunung Agung Meningkat
  • Anak-anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Belajar di Sekolah Terdekat
  • Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Laporan Sementara Besok