Kejar Pembayaran Tol Nontunai 100 Persen, Pemerintah Obral Diskon Pembelian e-Money

BPJT juga akan menambah setidaknya 30 titik top-up untuk mempermudah masyarakat mengisi ulang uang elektroniknya. Secara bertahap, jumlah gardu yang melayani transaksi tunai akan dikurangi.

Selasa, 15 Agus 2017 18:52 WIB

Kendaraan menumpuk di pintu tol Cikarang Utama Bekasi pada arus balik lebaran, Sabtu (30/6/2017). (Foto: ANTARA/Risky Andrianto)

KBR, Jakarta - Pemerintah akan mengeluarkan regulasi yang mewajibkan seluruh transaksi tol dilakukan secara nontunai (cashless) per Oktober 2017. Sampai Juni 2017, transaksi uang elektronik di gerbang tol baru mencapai 28 persen.

Untuk mempercepat transisi, pemerintah memberi diskon separuh harga bagi pembelian uang elektronik (e-money) baru, dan diskon 10 persen untuk tarif tol sampai akhir September.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Harry Trisaputra Zuna mengatakan transaksi nontunai diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan di gerbang tol.

"Secara alami kita dorong dengan intensif. Dengan aturan juga kita tetapkan. Jadi semacam transisi. Dari sisi manfaat ada yang meragukan enggak? Kenapa masih belum? Mungkin karena proses top-up, maka kita tambah lebih dipermudah," kata Harry di Bank Indonesia, Selasa (15/8/2017).

Pengguna uang elektronik yang diterbitkan tiga bank milik negara (BNI, BRI, serta Mandiri) serta bank swasta BCA dipastikan bisa menggunakan transaksi nontunai di tol. Akhir tahun ini, kata Harry, akan ada tiga bank lain termasuk Bank DKI yang akan ikut dalam program uang elektronik untuk pembayaran tol secara nontunai.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) juga akan menambah setidaknya 30 titik top-up untuk mempermudah masyarakat mengisi ulang uang elektroniknya. Secara bertahap, jumlah gardu yang melayani transaksi tunai akan dikurangi mulai dari hanya 30 persen sampai hilang sama sekali.

"Setelah Oktober itu di gardu kita akan minta mereka untuk membeli jika belum ada uang elektronik. Kita sediakan bisa beli di situ," kata Harry.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"