Kasus Saracen, Eggy Sudjana: Jangan Periksa Saya Dulu

Nama Eggy masuk dalam kepengurusan Saracen.

Kamis, 24 Agus 2017 21:40 WIB

Tiga tersangka siber penebar fitnah yang tergabung dalam kelompok Saracen (baju tahanan) (Foto: Div Humas Mabes Polri)

KBR, Jakarta- Eggy Sudjana meminta polisi tak memanggilnya untuk diperiksa terkait kasus kelompok Saracen yang menyediakan jasa melakukan ujaran kebencian di media sosial. Nama Eggy tercantum dalam struktur organisasi kelompok tersebut dan berencana bakal diperiksa kepolisian.

Eggy mengatakan tuduhan itu merupakan fitnah. Sehingga dia ingin mengetahui terlebih dahulu siapa pelaku dibalik para tersangka, sebelum diperiksa polisi.

"Itu tidak bener, karena itu jatuhnya fitnah bagi saya. Oleh karena itu saya minta kepada kepolisian untuk proporsional dan profesional dalam pemeriksaan. Sehingga tidak saja mengkategorikannya ke ranah pidana dan menemukan tersangkanya, tapi juga saya ingin tahu motif nya apa? Aktor intelektualnya siapa? Harus ditemukan. Karena itu tolong jangan panggil-panggil saya dulu sebelum penyelidikannya itu dilakukan," ujar Eggy Sudjana, saat dihubungi KBR (24/08/2017).

Eggy juga mendesak agar kepolisian tidak hanya menangkap pelaku dari tim Saracen saja, tetapi langsung pada oknum intelektualnya. Dia menganggap pelaku yang ditangkap polisi bisa saja hanya merupakan tameng dari pelaku yang sebenarnya.

"Saya minta kepolisian proporsional dan profesional, cari motivasinya dan aktor intelektualnya, itu yang penting. Karena tersangka kan bisa disamarkan, bisa saja orang disuruh ngaku-ngaku tapi yang menjadi aktornya tidak pernah tertangkap," ujar Eggy.

Ia juga mencurigai aktor dibalik para pelaku adalah orang yang tidak menyukai posisinya sebagai ketua umum tim pembela ulama dan aktivis. Apalagi, saat ini ia sedang melakukan pembelaan terhadap Rizieq

Periksa Eggy Sudjana

Sementara itu Kepolisian berencana memanggil Eggy Sudjana dan sejumlah nama lain yang masuk ke dalam struktur organisasi Saracen. Juru bicara Mabes Polri, Awi Setiyono mengatakan, penyidik terus mendalami keterkaitan sejumlah nama yang muncul dalam organisasi penyedia jasa hate speech itu.

"Dalam artian nanti penyidik merencanakan mengundang kepada pihak-pihak yang ada namanya ditulis di situ, untuk mengklarifikasi. Nanti dalam proses perencanaan, saya sudah instruksikan ke penyidik untuk mengundang," katanya saat ditemui di Mabes Polri, Kamis (24/08/17).

Awi menambahkan, penyidik masih kesulitan untuk mengidentifikasi pemesan jasa kelompok Saracen ini. Selama ini, kelompok ini tertutup saat dilakukan pemeriksaan. Selain itu, ada dugaan pemesan juga menggunakan perantara lain.

"Itu yah masib kesulitan soal itu, karena tersangka tertutup. Sejauh ini kita masih kesulitan," jelasnya.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

KPK Bantah ada Intervensi dari Karyawan

  • Praperadilan Setnov, Saksi Nilai KPK Terburu-buru
  • Jokowi: Ideologi Terorisme dan Radikalisme Berupaya Ganti Pancasila
  • Awas Gunung Agung, Presiden Perintahkan Warga Patuh