Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

"Banyak sekali momentum, tapi kita ini senangnya yang kayak Saracen, senang yang gitu-gitu. Momentumnya malah lupa,"

Kamis, 31 Agus 2017 14:37 WIB

Presiden Joko Widodo.

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta masyarakat memahami momentum perekonomian nasional yang dimiliki Indonesia saat ini. Jokowi mengeluhkan perhatian masyarakat yang justru lebih tertuju pada berita-berita hoaks seperti yang diproduksi sindikat Saracen.

Kepala negara mengingatkan tentang sejumlah capaian keberhasilan, di antaranya penurunan suku bunga Bank Indonesia Rate dan pengendalian inflasi.

Selain itu, Indonesia juga makin berkibar di mata internasional. Hal ini ditunjukkan dengan raihan predikat layak investasi (S&P, Fitch, Moody's), perbaikan peringkat kemudahan berusaha dan juga memuncaki daftar negara yang memperoleh kepercayaan tinggi dari rakyatnya (Gallup World Poll)

"Sekarang ini kita memiliki momentum-momentum yang sangat bagus, yang harus kita manfaatkan secepat-cepatnya. Ada momentum, banyak sekali momentum, tapi kita ini senangnya yang kayak Saracen, senang yang gitu-gitu. Momentumnya malah lupa," kata Jokowi di Bursa Efek Indonesia, Kamis (31/8/2017).

Jokowi meminta dunia usaha segera memanfaatkan momentum positif ini dengan sebaik-baiknya.

"Ini pengusaha wait and see. Lho, yang di-wait apanya, yang di-see apanya lagi?
momentum ini saya sampaikan supaya tidak ada lagi yg namanya wait and see."

"Momentum ini harus dimanfaatkan betul. Jangan sampai momentum yang ada ini lewat. Dan kita tidak mendapatkan apa-apa dari momentum yang baik ini," lanjutnya

Kendati demikian, di sisi lain, Jokowi mengakui masih banyak yang perlu dibenahi yang menyebabkan ketidakpastian usaha. Ia berjanji akan terus menggenjot kinerja jajarannya untuk melakukan perbaikan-perbaikan.

"Kondisi ketidakpastian berusaha, ya. Saya selalu menegur menteri-menteri kalau ada yang menerbitkan Permen, yang menyebabkan ketidakpastian, langsung saya sampaikan, cabut," ujar dia.

Salah satu upaya Jokowi mengerek investasi adalah dengan meluncurkan paket kebijakan ekonomi ke-16. Paket ini dituangkan dalam peraturan presiden tentang percepatan kemudahan usaha. Pelaksanaan paket ekonomi tersebut terdiri dari beberapa tahap, mulai dari pembentukan satuan tugas, reformasi peraturan dan penerapan sistem perizinan terintegrasi (single submission). Jokowi meminta alokasi gedung khusus untuk sistem layanan ini selambatnya tahun depan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1