Investor Tiongkok Ingin Bangun Pabrik Mobil Listrik di Bali

"Kita juga sudah koordinasi dengan PLN. PLN siap menyiapkan SPLU, Stasiun Pengisian Listrik Umum. Kemudian, kita sedang negosiasi dan sedang menghitung nilai keekonomiannya bagaimana."

Senin, 28 Agus 2017 23:20 WIB

Ilustrasi. (Foto: lipi.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Pemerintah Tiongkok berencana berinvestasi mengembangkan mobil listrik di Provinsi Bali.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) ESDM Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sutijastoto menyatakan saat ini pemerintah masih menimbang keinginan pemerintah Tiongkok itu.

Sutijastoto mengatakan keinginan Tiongkok itu sudah disampaikan Menteri Teknologi China kepada Kementerian ESDM Indonesia. Pemerintah saat ini masih menghitung nilai keekonomian dari proyek tersebut, serta berkoordinasi dengan PT PLN untuk kesiapan pengadaan stasiun pengisian listrik umum (SPLU).

"Kita sekarang sedang bekerja sama dengan Ministy of Technology China untuk investasi mengembangkan mobil listrik di Bali. Kita sedang mengupayakan itu. Kita juga sudah koordinasi dengan PLN. PLN siap menyiapkan SPLU, Stasiun Pengisian Listrik Umum. Kemudian, kita sedang negosiasi dan sedang menghitung nilai keekonomiannya bagaimana. Nanti Balitbang ESDM sebagai BLU (badan layanan umum) bisa kerja sama operasi (KSO)," kata Sutijastoto di kantor Kementerian ESDM, Senin (28/8/2017).

Sutijastoto mengatakan, kerja sama tersebut karena ada investor asal Tiongkok yang ingin mengembangkan teknologi mobil listrik sekaligus membangun pabriknya di Bali. Investor tersebut, kata Sutijastoto, telah memiliki teknologi mobil listrik yang akan dibawa ke Bali untuk dikembangkan.

Ia mengatakan teknologi mobil listrik memang masih harus didatangkan dari Tiongkok lantaran Indonesia belum mampu mengembangkan hingga layak dikomersialkan.

Sutijastoto berujar, pengembangan mobil listrik di Bali akan membuat mobil listrik dari China lebih efisien. Menurut klaim dari investir Tiongkok itu, mobil listrik mereka tidak akan kalah dari teknologi Jepang yang kini hanya memerlukan rata-rata 120 kwh untuk 100 kilometer perjalanan.

Baca juga:

 
Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

KPK Bantah ada Intervensi dari Karyawan

  • Praperadilan Setnov, Saksi Nilai KPK Terburu-buru
  • Jokowi: Ideologi Terorisme dan Radikalisme Berupaya Ganti Pancasila
  • Awas Gunung Agung, Presiden Perintahkan Warga Patuh