Indonesia Anjlok di Sea Games, Menpora Minta Maaf

"Satlak akan saya evaluasi semua. (Ada restrukturisasi pak?) Kita lihat nanti, mungkin ada,"

Kamis, 31 Agus 2017 13:38 WIB

Perolehan medali Sea Games 2017.

KBR, Jakarta- Indonesia menempati posisi ke lima dalam Sea Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Mendapatkan 38 medali emas, 63 perak dan 90 perunggu,masih jauh dari target yang dipasang sebelumnya yakni 56 medali emas.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nachrawi mengutarakan permintaan maafnya kepada seluruh bangsa Indonesia. Ia berjanji akan melakukan perubahan dan langkah besar, sebagai persiapan menghadapi Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

"Terkait dengan tidak terpenuhinya target dan perkembangan yang terjadi, diakui perdebatan dan desakan dari seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan perubahan. Selain mohon maaf, kami akan melakukan langkah besar. Upaya besar yang harus bekerjasama dengan pihak yang lain, karena olahraga ini adalah masalah bangsa, harga diri bangsa yang harus ditangani serius," katanya saat memberikan keterangan pers di kantornya, Kamis (31/08/17)

Terkait kegagalan memenuhi target ini, lanjut Imam, akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Evaluasi akan dilakukan tidak hanya kepada atlet, tetapi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Ia juga mengisyaratkan akan mengevaluasi dan merestrukturisasi Satlak Prima.

"Satlak akan saya evaluasi semua. (Ada restrukturisasi pak?) Kita lihat nanti, mungkin ada," tegasnya.

Dalam pesta olahraga Asia Tenggara kali ini, tua rumah Malaysia didaulat sebagai juara umum dengan perolehan 145 medali emas, 92 perak dan 86 perunggu. Di posisi kedua ada negara Thailand dengan 72 emas, 86 perak dan 88 perunggu.

Asian Games

Menghadapi Asian Games 2018, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menyiapkan skema baru untuk pendanaan atlet. Menpora Imam Nachrawi mengatakan, salah satu persiapan yang harus ditekankan adalah pendanaan. Terutama pendanaan untuk para atlet yang akan membela bangsa.

Kata dia,  bersama Menteri Keuangan dan menteri yang lain terkait akan membahas skema baru nanti.

"Skema pendanaannya dari APBN dan Non APBN, kalau kemarin kan APBN semua, sehingga semua administrasi harus dipenuhi dulu. Ini tidak bisa dilakukan sendiri, harus ada pembicaraan dengan Menteri Keuangan dan menteri lainnya. Jadi bagaimana nantinya ada flexibilitas, ada kelonggaran bagi mereka yang akan membela bangsa di olahraga ini," katanya saat memberikan keterangan pers di kantornya, Kamis (31/08/17)

Terkait monitoring penggunaan dana, lanjut Imam, Kemenpora akan menggandeng pihak berwenang dan penegak hukum untuk melakukan pengawasan anggaran. Karena sumber dana non APBN rawan diselewengkan.

"Kita awasi, kita gandeng penegak hukum. Kejaksaan, BPK dan KPK akan kita gandeng untuk pengawasannya," jelasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Konsultasi Tahunan RI-Malaysia, Jokowi Minta Pendidikan Anak Buruh Migran Diperhatikan

  • Jalur Bandung Longsor, Perjalanan KA Dialihakn Melalui Cirebon
  • Bangkai Kapal Jepang Ditemukan, Kondisi 5 WNI Tak Diketahui
  • Gilas Celtic 7-1, PSG Ukir Rekor Baru di Liga Champions