Hina Menteri Susi, Rusdianto Jadi Tersangka

"Sudah kita tangkap. Hari ini kita periksa, siang ini diperiksanya,"

Kamis, 24 Agus 2017 12:51 WIB

Rusdianto Samawa.

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menetapkan Rusdianto Samawa sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik melalui internet. Rusdianto adalah aktivis nelayan yang sebelumnya dilaporkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim, Irwan Anwar mengatakan,  akan melakukan pemeriksaan terhadap Rusdianto hari ini. Ia juga menegaskan yang bersangkutan sudah menjadi tersangka.

"Sudah, sudah jadi tersangka, sudah kita tangkap. Hari ini kita periksa, siang ini diperiksanya," katanya saat dihubungi KBR, Kamis (24/08/17

Menteri Susi melaporkan Ketua Umum Front Nelayan Indonesia Rusdianto Samawa pada 6 Juli 2017 terkait dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/664/VII/2017/Bareskrim.

Penghinaan dan pencemaran nama baik yang dimaksud Susi terdapat di akun Facebook Rusdianto dengan nama 'Rusdianto Samawa Tarano Sagarino' dan akun YouTube 'Rusdianto Samawa'. Dalam video-video tersebut, Rusdianto melontarkan kritik-kritik mengenai kebijakan Susi.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.