Gubernur Jateng Benarkan Wali Kota Tegal Ditangkap KPK

Siti Mashita ditangkap petugas KPK karena diduga terlibat suap dalam proyek pembangunan fisik ruang gawat darurat RSUD Kardinah, Tegal.

Selasa, 29 Agus 2017 21:32 WIB

Ilustrasi. (Foto: Creative Commons)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Semarang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno dalam operasi tangkap tangan pada Selasa (29/8/2017) petang.

Siti Masitha ditangkap di Rumah Dinas Wali Kota, Kompleks Balaikota, Jalan Ki Gede Sebayu Kelurahan Mangkukusuman, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membenarkan adanya penangkapan tersebut.

"Iya barusan saya sudah mendapatkan laporan ada penangkapan, dan dia sudah dibawa ke Jakarta," kata Ganjar di Semarang, Selasa (29/8/2017) malam.

Ganjar mengatakan sudah berulangkali mengingatkan kepada seluruh kepala daerah di Jawa Tengah, khususnya kabupaten dan kota yang banyak mendapat laporan masyarakat agar bersikap jujur dan menghindari penyalahgunaan jabatan.

Informasi yang dihimpun KBR, Siti Mashita ditangkap petugas KPK karena diduga terlibat suap dalam proyek pembangunan fisik ruang gawat darurat RSUD Kardinah, Tegal. Sebelumnya KPK melakukan penyegelan terhadap kantor direktur RSUD Kardinah Kota Tegal.

Hingga saat ini belum diketahui apa saja barang bukti yang diamankan oleh KPK.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.