Gempa Sumatera Dirasakan di Sejumlah Gunung Api Aktif

"Untuk saat ini belum ada pengaruhnya. Tapi gempa-gempa tersebut memang dirasakan di beberapa pos gunung berapi di sekitarnya, tapi skala goncangannya skala 3-4 Mmi."

Minggu, 13 Agus 2017 16:02 WIB

Ilustrasi perekaman getaran gempa oleh alat seismograf. (Foto: penanggulangankrisis.depkes.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Gempa dengan magnitudo 6,4 skala richter pada Minggu (13/8/2017) pagi tadi bukan saja mengguncang wilayah Pesisir Barat Bengkulu hingga Sumatera Barat, melainkan juga sejumlah gunung berapi.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani mengatakan, beberapa petugas pos pengamatan gunung berapi melaporkan merasakan guncangan. Di antaranya, petugas di pos Gunung Kaba di Rejang Lebong, Gunung Dempo di Pagar Alam Sumatera Barat, Gunung Marapi di Bukittingi Sumatera Barat, Gunung Kerinci di Jambi, dan Gunung Talang di Solok.

Gunung-gunung tersebut kata Kasbani, berstatus sebagai gunung api aktif.

"Untuk saat ini belum ada pengaruhnya. Tapi gempa-gempa tersebut memang dirasakan di beberapa pos gunung berapi di sekitarnya, tapi skala goncangannya skala 3-4 Mmi," katanya saat dihubungi KBR melalui sambungan telepon, Minggu (13/8).

Meski begitu Kasbani memastikan, guncangan gempa tidak berdampak terhadap aktivitas gunung berapi lantaran hanya berskala kecil, yakni sekitar 3 atau 4 MMI. Dia menambahkan, dengan kekuatan gempa di bawah 5 MMI, potensi kerusakan struktur bangunan pun kemungkinannya sangat kecil. Terkecuali, kata dia bangunan dengan konstruksi yang rapuh.

Selain itu Badan Geologi juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu mengenai gempa bumi dan tsunami.

"Gempa ini tidak menimbulkan tsunami, meski berkekuatan 6,4 SR tapi gempa ini dalam."

Baca juga:

Namun Kasbani meminta warga tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dengan perkiraan kekuatan gempa yang lebih kecil.

"Potensi untuk terjadinya gempa susulan memang selalu ada, tapi skalanya lebih kecil. Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang, dan mengikuti imbauan BPBD setempat," tambahnya.




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Bawaslu RI Keluarkan Rekomendasi Pembatalan Calon Bupati Jayapura

  • Dianggap Buron, Aktivis Nelayan Budhi Tikal Ditangkap Polisi
  • Polisi Ringkus 4 Pelaku Duel Gladiator
  • Brimob Amankan Rumah Pengungsi Gunung Agung