Disebut dalam Video Miryam, KPK Periksa Direktur Penyidikan

"Proses pemeriksaan internal kan sedang berjalan, jadi kita sudah melakukan pemeriksaan juga terhadap Dirdik, kemudian fakta-fakta yang lain tentu juga diklarifikasi lebih lanjut,"

Selasa, 29 Agus 2017 10:05 WIB

Ilustrasi: Direktur Penyidikan KPK yang baru Kombes Pol Aris Budiman (kedua kanan) dan Kepala Biro Hukum KPK yang baru Kombes Pol Setiadi (kanan) membacakan pakta integritas saat upacara pelantikan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/9/2015)). (Foto: Antara

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi masih memeriksa Direktur Penyidikan  Brigjen Aris Budiman. Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, lembaganya belum berencana menonaktifkan Aris dan tujuh penyidik, yang disebut dalam rekaman pemeriksaan terdakwa pemberi keterangan palsu Miryam S. Haryani.

Febri belum bisa memastikan sejauh mana hasil pemeriksaan internal KPK tersebut.

"Bagi kami, proses pemeriksaan internal kan sedang berjalan, jadi kita sudah melakukan pemeriksaan juga terhadap Dirdik, kemudian fakta-fakta yang lain tentu juga diklarifikasi lebih lanjut, pencarian-pencarian informasi dilakukan oleh tim pemeriksa internal yang memang ditugaskan untuk menelusuri informasi itu, jadi kami fokus dulu pada pemeriksaan internal. (Soal tujuh penyidik yang juga disebut?) Tujuh penyidik, nanti saya cek lagi ya," kata Febri di kantornya, Senin (28/08/2017).

Febri mengatakan, sikap KPK terhadap Aris Budiman harus menunggu hasil pemeriksaan internal.

Sebelumnya Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak KPK mencopot Direktur Penyidikan Aris Budiman atas dugaan pelanggaran etik. Aris dan tujuh penyidik lainnya disebut dalam rekaman pemeriksaan Miryam S. Haryani. Mereka disebut telah bertemu anggota Komisi Hukum DPR dan meminta uang Rp 2 miliar sebagai uang pengamanan aksi korupsi E-KTP. Saat diklarifikasi oleh pemimpin KPK, Aris membantah adanya pertemuan tersebut.


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"