Capaian Produksi Batubara Semester 1 Jauh dari Target

"Jadi kalau dikatakan semester I agak kurang, nanti semester 2 akan lebih karena memang trennya seperti itu."

Kamis, 10 Agus 2017 09:15 WIB

Ilustrasi: Tambang Batubara. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat realisasi produksi batu bara semester I 2017 masih jauh dari target. Dirjen Mineral dan Batu Bara Bambang Gatot Ariyono mengatakan, target yang ditetapkan sebesar 477 juta ton, tetapi baru terealisasi 139 juta ton atau sekitar 29 persen. Sementara realisasi tahun 2016 mencapai 456 juta ton.

Dia  meyakini tren produksi akan menanjak signifikan di semester kedua. Ini disebabkan salah satunya karena harga batu bara yang merangkak naik.

"Memang harga batu bara naik. Mereka (perusahaan) ingin meningkatkan tambahan produksi batu bara. Tentunya karena mereka sebelumnya mengalami kerugian, dia ingin menambah itu. Jadi kalau dikatakan semester I agak kurang, nanti semester 2 akan lebih karena memang trennya seperti itu. Di awal tahun Januari-Februari mereka belum aktif, banyak alasan misalnya RKAB (rencana kerja dan anggaran belanja) belum disetujui," kata Gatot di Kementerian ESDM, Rabu (9/8/2017).

Bambang Gatot menambahkan, senada dengan produksi, pemanfaatan batu bara domestik juga baru mencapai 29 persen. Pemerintah mematok target sebanyak 108 juta ton, sementara realisasinya baru mencapai 30,8 juta ton. Tren ini juga diyakini akan berubah pada paruh kedua.

"Ini biasanya nanti pada akhir-akhir semester II, mungkin bisa terkejar. Realisasi tahun kemarin 90,5 juta ton. Ini adalah untuk menjamin pasokan kebutuhan sumber energi primer bahan baku dalam negeri," tuturnya.

Kinerja investasi sektor minerba juga masih lesu, terlihat dari realisasinya yang baru mencapai 36 persen. Target investasi yang ditetapkan sebesar US$ 6909 juta  baru tercapai US$ 2500 juta. Bambang mengatakan, capaian investasi bisa cukup terdongkrak apabila perundingan dengan Freeport selesai.

"Apalagi kalau Freeport nanti selesai, itu luar biasa investasinya, malah melebihi target. Kalau di 2016 US$ 7,2 miliar," ujar dia.

Capaian minerba di semester I yang cukup menggembirakan adalah di sektor penerimaan negara. Menurut Bambang Gatot, realisasi penerimaan hingga awal Juli telah mencapai 65 persen. Target tahun ini ditetapkan sebesar Rp 32,4 triliun, realisasinya pada semester I sekitar Rp 21 triliun.

"Kita kalau sampai hari ini sudah 65 persen. Di realisasi 2016 itu hanya Rp 27,21 triliun," ujar dia. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau