Bupati Banyumas Tantang Para Pria Berani KB Vasektomi

"Yang ikut MOP itu manusia spesial. Karena itu saya harus memperlakukan mereka dengan spesial. Kepala desa yang ikut program vasektomi akan mendapat bantuan keuangan khusus dari saya," kata Husein.

Senin, 28 Agus 2017 19:44 WIB

Ilustrasi. BKKBN memberikan penyuluhan dan pelayanan KB menggunakan layanan bergerak (mobile). (Foto: bkkbn.go.id/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyumas – Bupati Banyumas Jawa Tengah Achmad Husein menantang kaum pria di wilayahnya untuk berani melakukan metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi. Tantangan itu untuk meningkatkan keberhasilan program pengendalian pertumbuhan penduduk atau Keluarga Berencana (KB).

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan saat ini program KB lebih banyak menyasar kaum perempuan, yang belum tentu efektif karena banyak suami masih menginginkan anak atau tidak peduli dengan program KB.

Karena itu, kata Achmad Husein, pemerintah daerah Kabupaten Banyumas tahun ini menyasar kaum lelaki untuk ikut KB. Achmad Husein mengatakan operasi vasektomi lebih menjamin tingkat keberhasilan lantaran sifatnya permanen. Ia menjanjikan bantuan keuangan bagi desa yang kepala desanya ikut vasektomi.

"Yang ikut MOP itu manusia spesial. Karena itu saya harus memperlakukan mereka dengan spesial. Kepala desa yang ikut program vasektomi akan mendapat bantuan keuangan khusus dari saya," kata Achmad Husein dalam pencanangan Kampung KB di Banyumas, Senin (28/8/2017).

Achmad Husein mengatakan tahun ini sudah memberikan bantuan kepada dua kepala desa yang sudah ikut program vasektomi sebesar Rp500 juta. Anggaran itu masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.

Achmad Husein mengklaim sudah menjadi peserta KB vasektomi sejak 2017. Ia mengatakan KB vasektomi merupakan bentuk lain dari penerapan kesetaraan gender, bahwa juga berhak dan berkewajiban turut mensukseskan program KB kelurganya.

Bupati Banyumas menjelaskan laju pertumbuhan penduduk tinggi yang tidak disertai dengan luasnya kesempatan kerja menjadi penyebab sulitnya program pengentasan kemiskinan. Jumlah penduduk semakin bertambah sedangkan penambahan kesempatan kerja tidak secepat laju pertumbuhan penduduk.

Saat ini penduduk Banyumas berjumlah sekitar 1,8 juta orang dengan tingkat partisipasi aktif KB berkisar 80 persen.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Polisi Buru Penyebar Hoaks Gunung Agung Meletus

  • Frekwensi Kegempaan Gunung Agung Meningkat
  • Anak-anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Belajar di Sekolah Terdekat
  • Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Laporan Sementara Besok