Buka Raimuna Jokowi Ingatkan Himne Pramuka

"Jadilah patriot bangsa yang tetap kokoh menghayati dan mengamalkan Pancasila."

Senin, 14 Agus 2017 14:15 WIB

Presiden Joko Widodo memukul tifa sebagai tanda dibukanya Raimuna Nasional XI yang bertepatan dengan peringatan ulang tahun Pramuka ke-56 di, Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Senin (14/8). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengingatkan pramuka tentang cinta tanah air dan bangsa. Dalam pidatonya di Hari Pramuka ke-56, Jokowi berpesan agar pramuka mengamalkan Pancasila dan menjaga NKRI. Peringatan Hari Pramuka ini digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur sekaligus pembukaan Raimuna ke-11.

"Ingatlah selalu himne pramuka. Bahwa Pramuka Indonesia adalah manusia Pancasila. Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan agar Jaya Indonesia. Jadilah patriot bangsa yang tetap kokoh menghayati dan mengamalkan Pancasila. Menjaga bhineka tunggal ika demi kejayaan negara kesatuan Republik Indonesia," kata Jokowi di Cibubur, Jakarta Timur, Senin (14/8/2017).

Kepala Negara juga meminta Pramuka untuk untuk berkreasi menciptakan terobosan baru dan tidak terjebak rutinitas. Ia mengingatkan perubahan zaman yang melahirkan generasi milenial dengan budaya baru, salah satunya maraknya penggunaan media sosial. Karenanya, dibutuhkan metode kekinian untuk menanamkan cinta tanah air pada diri generasi Y ini.

"Kita harus mendidik adik-adik pramuka bukan saja latihan baris berbaris, cara membangun tenda atau membuat simpul tali saja. Tapi juga Harus memandu adik-adik pramuka dalam disiplin menggunakan media sosial yang positif dan yang produktif," kata dia.

Sementara, Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault dalam pidatonya menyampaikan penegasan bahwa Pramuka merupakan garda terdepan pembela Pancasila dan NKRI.

"Pernah berikrar bersama untuk hidup bersaudara, saling mencintai, saling tolong-menolong, saling menghormati dan selalu berkarya dalam bingkai NKRI," ujar dia.

Acara Raimuna diikuti sekitar 15 ribu anggota Pramuka seluruh Indonesia akan digelar hingga 21 Agustus. Menurut Adhyaksa, selain materi kepramukaan, akan diajarkan juga materi tentang bahaya narkoba, toleransi dan kehidupan berbangsa. Sejumlah tokoh dijadwalkan akan hadir sebagai pemateri, yakni Menteri Koordinator Maritim Luhut Panjaitan, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Ade Supandi, bekas Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, dan bekas Wakil Presiden Try Soetrisno.

Dalam pidatonya, Adhyaksa melaporkan tentang anggaran rutin Pramuka Rp 10 miliar telah dicairkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga. Namun, untuk anggaran Raimuna belum juga turun.

"Kami sangat berterima kasih bahwa pada saat pertemuan di Istana Negara beberapa waktu yang lalu, Bapak Presiden akan membantu kami dalam mempercepat proses turunnya anggaran Raimuna Nasional tersebut," ujar dia.

Anggaran Pramuka yang tersendat ini disebabkan adanya dugaan keterlibatan Adhyaksa dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dugaan ini menguat setelah beredarnya video Adhyaksa yang mendukung khilafah. Video itu diambil saat Adhyaksa menghadiri acara HTI pada 2013.

Terkait hal ini, Adhyaksa menyatakan telah memberikan klarifikasi langsung kepada Jokowi saat bertemu di Istana Kepresidenan pekan lalu.

Dalam pesannya kepada Pramuka, Adhyaksa meminta apabila mereka nantinya menjadi pejabat, jangan pernah mempersulit anggaran untuk Pramuka

"Jika jadi pejabat, jadilah pejabat yang berpikir jauh ke depan. Pejabat yang mendukung penuh kegiatan generasi muda, utamanya gerakan Pramuka. Pejabat yang tidak mempersulit kegiatan Pramuka, apalagi kegiatan besar seperti Raimuna Nasional ini," tutur bekas Menpora era SBY ini. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing